Sabtu, 9 Mei 2026

Zelensky Tuding Rusia Pasang Ranjau di Mana-mana: Dipasang di Rumah, Peralatan, Bahkan di Mayat

Tentara Rusia dituding sengaja memasang ranjau di wilayah Ukraina utara saat mereka mundur atau didorong keluar oleh pasukan Ukraina.

Tayang:
AFP/SERGEI SUPINSKY
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky berbicara saat menggelar jumpa pers di Kota Kyiv (Kiev), Ukraina, Kamis (3/3/2022) waktu setempat. Volodymyr Zelensky meminta pihak Barat untuk meningkatkan bantuan militer ke Ukraina. Ia mengatakan, jika tidak, Rusia akan maju ke seluruh Eropa. "Jika Anda tidak memiliki kekuatan untuk menutup langit, maka beri saya pesawat!" ujar Zelensky dalam jumpa pers. "Jika kami tidak ada lagi maka, amit-amit, Latvia, Lithuania, Estonia akan menjadi berikutnya," katanya. "Percayalah pada saya," tambahnya. AFP/SERGEI SUPINSKY 

TRIBUN-PAPUA.COM - Tentara Rusia dituding sengaja memasang ranjau di wilayah Ukraina utara saat mereka mundur atau didorong keluar oleh pasukan Ukraina.

Tudingan tersebut dilontarkan oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy.

Ukraina mengatakan pasukannya telah merebut kembali kendali lebih dari 30 kota dan desa di wilayah Kyiv sejak Rusia mengumumkan pekan ini bahwa mereka akan mengurangi operasinya di sekitar ibu kota dan di wilayah utara Chernihiv yang bertetangga untuk fokus pada pertempuran di timur.

Baca juga: Mayat Warga Sipil Berserakan di Jalan Kyiv, Ukraina: Rusia Lakukan Kejahatan Perang

"Di bagian utara negara kita, para penyerbu pergi. Lambat tapi terlihat. Di beberapa tempat mereka diusir dengan pertempuran. Di tempat lain mereka sendiri meninggalkan posisinya," kata Zelenskiy dalam pidato video yang dirilis pada Sabtu (2/4/2022), tanpa mengungkap bukti.

"Mereka memasang ranjau di semua wilayah ini. Rumah dipasang ranjau, peralatan dipasang ranjau, bahkan mayat orang mati," ungkap dia, dilansir dari Reuters.

Gubernur Chernihiv Viacheslav Chaus pada Sabtu, juga menuduh pasukan Rusia menanam ranjau ketika mereka mundur dari posisi di sekitar ibu kota regional.

"Ranjau yang dipasang itu banyak. Alat peledak itu berserakan," katanya di televisi nasional.

Baca juga: Bersedia Jadi Negara Netral demi Hentikan Serangan Rusia, Ini Konsekuensi yang akan Dihadapi Ukraina

Kementerian pertahanan Rusia belum menjawab permintaan komentar dari Reuters atas tuduhan tersebut.

Pada Sabtu, Layanan Darurat Ukraina mengatakan kepada orang-orang di zona yang baru dibebaskan di wilayah Kyiv untuk waspada.

Mereka mengatakan lebih dari 1.500 bahan peledak telah ditemukan dalam satu hari selama pencarian di desa Dmytrivka, sebelah barat ibu kota.

Zelenskiy mengatakan upaya sedang berlangsung untuk membersihkan ranjau dan mengamankan daerah tersebut, tetapi menyarankan penduduk yang telah melarikan diri untuk menjauh untuk saat ini.

"Masih tidak mungkin untuk kembali ke kehidupan normal seperti sediakala," ungkap dia.

Baca juga: Tentara Rusia Ini Ingin Pindah Kubu ke Ukraina, Kibarkan Bendera Putih dan Ogah Lanjut Perang

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut tindakan yang dia luncurkan pada 24 Februari sebagai "operasi militer khusus yang ditujukan untuk demiliterisasi dan denazifikasi" Ukraina.

Ukraina dan sekutunya menyebut ini sebagai dalih tak berdasar untuk perang agresi.

Sejak invasi, lebih dari 10 juta orang dari Ukraina dilaporkan telah mengungsi dari rumah mereka. (*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ukraina: Militer Rusia Mundur, tapi Tanam Ranjau di Mana-mana, Termasuk di Mayat

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved