Rabu, 6 Mei 2026

Info Mimika

Freeport Sumbang Rp42 Miliar Bangun Gedung Sains dan Kemitraan Uncen

PT Freeport Indonesia menyumbang dana sebesar 1,6 miliar dolar Amerika Serikat untuk pembangunan Gedung Sains dan Kemitraan Uncen

Tayang:
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Maickel Karundeng
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Suasana desain bangunan Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA- PT Freeport Indonesia menyumbang dana sebesar 1,6 miliar dolar Amerika Serikat untuk pembangunan Gedung Sains dan Kemitraan Universitas Cenderawasih di Jayapura, Papua.

Dana senilai 1,6 Dolar AS jika dirupiahkan mencapai Rp 42 miliar. Pembangunan gedung tersebut sebagai bukti kerjasama Freeport dan Uncen yang selama ini sudah lama terjalin.

Ini adalah bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) terutama program kesehatan, pendidikan, ekonomi, infrastruktir, kebudayaan berbasis kerakyatan.

Baca juga: Optimisme Yan Mandenas Bawa Persipura ke Liga 1: Kita Semua Ada dan Bekerja untuk Kebangkitan Tim!

Demikian disampaikan Presiden Direktur Freeport, Tony Wenas kepada Tribun-Papua.com.

"Jadi pendidikan adalah faktor sangat penting bagi bangsa ini khususnya bagi Papua," ungkap Presiden Direktur Freeport, Tony Wenas kepada Tribun-Papua.com, Selasa (5/4/2022) kemarin.

Sekadar diketahui, Freeport tak hanya membangun gedung namun program beasiswa di Uncen, dan hingga kini sedikitnya 12 ribu orang sudah mendapat beasiswa.

Freeport juga mendirikan 6 asrama di beberapa wilayah termasuk Sekolah Taruna Papua di Timika.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 7: Kapan Bangsa Barat Melakukan Penjelajahan Samudra?

Menurut dia, ini adalah salah satu implementasi dari program pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan lebih banyak lagi tenaga kerja yang mengabdi untuk masyarakat sebagai bagian dari Tri Dharma perguruan tinggi Uncen.

"Kita bangun dulu intinya bertujuan supaya proses belajar mengajar terfasilitasi," ujar Tony.

Ia mengatakan, kedepan dengan bangunan fasilitas baru, lebih banyak lulusan yang berkualitas dari universitas tertua di Papua ini.

Kini sekitar 500 orang lulusan Uncen menjadi konsep perekrutan di Freeport.

Baca juga: Kunci Jawaban Buku Tematik Kelas 5 SD Tema 7: Kapan Bangsa Barat Melakukan Penjelajahan Samudra?

"Kita merekrut bekerja di Freeport mulai ring 1 yaitu wilayah Kabupaten Mkmika, ring 2 Provinsi Papua, Papua Barat, menyusul daerah lain di Indonesia," katanya.

Tony menjelaskan, konsep mendasar yang perlu dilakukan dari harapan adalah lebih cepat tercipta lulusan-lulusan yang handal sehingga membuktikan bahwa universitas di Papua bisa bekerja degan baik.

Apalagi, lanjut dia, Uncen berdiri sebelum Papua menjadi bagian dari Indonesia.

Baca juga: Soal Kenaikan Harga Minyak Goreng, Jokowi Sentil Menterinya: Tak Ada Penjelasan Kenapa Bisa Terjadi

Dia mengatakan, progres pembanguan dimulai dari 21 persen biayanya 750 juta dolar, diharapkan akhir tahun ini sampai 50 persen dengan biaya 1,6 miliar dolar atau sekitar Rp24 miliar muda-mudahan sesuai dengan rencana.

Sementara itu, Rektor Uncen Apolo Safanpo mengatakan hadirnya sarana prasarana secara khusus sangat baik dalam bidang pendidikan.

Sarana prasarana pembelajaran termasuk gedung harus diperbanyak karena animo calon mahasiswa baru sangat banyak di kisaran 12 ribu orang yang mengambil formulir pendaftaran.

Baca juga: Polisi Manokwari Sebut Minyak Goreng Tidak Langka, Pedagang Malah Mengeluh: Mana yang Benar?

"Bisa kita terima semua itu cuma 4 ribu orang saja karena daya tampung ruangan terbatas,"ujar Apolo.

Apolo mengatakan, saat ini jumlah tenaga pengajar terbatas. Sehingga dengan hadirnya gedung kuliah berjumlah 18 ruangan ini mudah-mudahan akan memberi tambahan daya tampung dan menerima lebih banyak calon mahasiswa.

Baca juga: Viral Spanduk Jenderal Andika Berkaus PKI, Ini Kata Anggota DPR

"Kalau bangunan sudah jadi maka aktivitas akademik dan non akademik bisa diberikan akses,"katanya.

"Kami atas nama pimpinan Uncen dan keluarga mengucapkan terima kasih banyak kepada Presiden Direktur Freeport serta seluruh jajaran karena sudah membantu kami gedung baru sejak bekerjasama dengan Freeport di tahun 1995,"ujar Apolo.

Baca juga: Jadi Manajer Baru Mutiara Hitam, Yan Mandenas: Saya Bekerja untuk Kebangkitan Persipura

Ia menjelaskan, selama ini hanya bantuan-bantuan bersifat non fisik tapi kali ini Freeport akan membangun gedung dan bisa dilihat oleh masyarakat.

"Jadi bungunan itu akan dibuat jalan protokol sehingga bisa dilihat oleh masyarakat yang bahwa disitu ada gedung gedung kuliah dibangun oleh PT Freeport,"katanya.

Baca juga: Yan Mandenas Dinilai Pantas Jabat Manajer Persipura, KKP Jayapura: Punya Pengalaman di Era Kambu

Ia menambahkan, kehadiran Freeport di kampus untuk memberikan dan membantu pemerintah dan masyarakat terhadap layanan pendidikan tinggi bagi masyarakat di tanah Papua.

"Gedung ini kami akan gunakan sebagai Pasca Sarjana untuk semua program kuliah yang ada di Uncen," tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved