Papua Terkini

Saling Serang Antara KKB dan TNI, IPMNI Minta Pemkab Nduga dan Pemprov Papua Selesaikan Konflik

Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) meminta Pemerintah Nduga dan Provinsi Papua segera mengatasi permasalahan daerah itu

IPMNI For Tribun-Papua.com
Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia (IPMNI) saat gelar konferensi pers. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga se-Indonesia (IPMNI) meminta Pemerintah Nduga dan Provinsi Papua segera mengatasi permasalahan di kabupaten tersebut.

Demikian disampaikan, Penanggung jawab Mahasiswa Nduga DPC IPMNI semarang-Salatiga Tarni Wandikbo kepada Tribun-Papua.com, Rabu (13/4/2022) pagi.

Baca juga: Dorong UMKM Go Global, BNI Xpora Gandeng ICC Indonesia

"Melihat situasi konflik yang dialami oleh masyarakat sipil di Kabupaten Nduga, hal itu diakibatkan operasi TNI-Polri,"kata Tarni melalui telepon selulernya.

Bahkan, menurut dia, saling serang antara KKB dan TNI membuat masyarakat sipil menjadi korban. Melihat kejadian itu Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Nduga, jangan acuh tak acuh, harus serius menangani hal ini.

Baca juga: Pasca Penembakan 2 Tukang Ojek, Polda Papua Bakal Lakukan Penebalan dan Perkuatan

Tarni mengatakan, dengan melihat situasi itu, pihaknya selaku kaum intelektual mengeluarkan beberapa poin pernyataan sikap.

"Kami Pelajar dan Mahasiswa Nduga Se-Indonesia yang berada di DPC IPMNI kota Studi Semarang-Salatiga menyatakan sikap secara tegas, dengan beberapa poin ini,"katanya.

Baca juga: Almarhum Letnan Dua Cpm I Kadek Suhardiyana Bakal Dimakamkan di Kampung Halamannya

Berikut Pernyataan sikap oleh DPC IPMNI Se-Indonesia :

1.Pemerintah Kabupaten Nduga, dalam hal ini Bupati, Sekda, Ketua DPRD dan jajarannya segera kembali ke ibu kota Keneyam Ndugama untuk memberi bantuan bahan makanan dan perlindungan serta kenyamanan bagi masyarakat sipil yang sdang terancam hidupnya oleh kekerasan militer (TNI-Polri).

Baca juga: Danpomdam Sempat Naik Kendaraan Hilux Korban Laka Tunggal di KM 63 Trans Papua Merauke

2.Pangdam Cenderawasih dan Kapolda Papua segera bertanggung jawab atas penyerangan bom Martir yang dilakukan oleh TNI-Polri ke rumah warga dan segera menjelaskan apa bentuk dan jenis bom yang digunakan, untuk diketahui Presiden Ir. Jokowi sebagai panglima tertinggi di Indonesia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved