Pemekaran Papua
Demo Dukung DOB di Timika, IPMM Nilai Itu Oknum Siluman
Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMM) menolak dengan tegas Pemekaran Provinsi Papua Tengah.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMM) menolak dengan tegas Pemekaran Provinsi Papua Tengah.
Hal ini dikatakan Ketua IPMM Jamon Tsugumol, kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (16/4/2022) di Asrama Mimika, Perumnas 1, Distrik Heram, Kota Jayapura.
Menurutnya, aksi mendukung pembentukan daerah otonomi baru (DOB), yang dilakukan segelintir orang beberapa waktu lalu di Timika adalah ilegal.
Baca juga: Karel Kum Sebut Suku Amungme, Kamoro dan Lima Suku di Mimika Terima Pemekaran Papua Tengah
"Kami menilai, mereka yang melakukan demonstrasi dukung DOB itu mewakili Tokoh adat Lemasa dan Lemasko serta tokoh agama yang mengatasnamakan rakyat Mimika secara umum. Itu ilegal, mereka tidak sah," katanya.
Selaku kaum intelektual, pihaknya telah mengeluarkan beberapa poin pernyataan sikap guna menolak kehadiran daerah otonomi baru di tanah Amungsa.
Berikut Pernyataan sikap dari Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMM):
1. Kami Mahasiswa Mimika Kota Studi Jayapura mengutuk keras sekelompok masyarakat yang dipmpin oleh Karel Kum dan Yohanes Yance Muyau dalam aksi mendukung Pengesahan Pemekaran Provinsi Papua Tengah, Ibu Kota Kabupaten Mimika, pada hari Rabu 13 April 2022.
Aksi tersebut bukan murni dari Masyarakat akar rumput asal Mimika dan pada umumnya rakyat Papua.
2. Kami Mahasiswa Mimika kota studi Jayapura mengutuk keras Karel Kum Yohanes Yance Muyau dan siapapun yang mengatasnamakan Lembaga Adat (Lemasa dan Lemasko), toko agama, toko pemuda, Toko Masyarakat dan lembaga apapun untuk menerima daerah otonomi baru (DOB) atau wacana -wacana Baru yang tidak menguntungkan Masyarakat Timika.
Baca juga: Soal Penolakan DOB, Karel Kum: Kami Tidak Mau Berseberangan dengan Pemerintah!
3. Mahasiswa/mahasiswi Mimika Kota studi Jayapura Mengutuk keras Pejabat (Pemerintah) atau siapapun yang mempunyai kepentingan untuk memfasilitasi Masyarakat atau lembaga apapun dalam mendukung daerah otonomi baru (DOB) di tanah Papua terlebih khususnya Timika.
4. Kami Mahasiswa/i Mimika Kota Studi Jayapura Menolak dengan tegas Daerah Otonomi Baru, terlebih khususnya di Timika Dengan Alasan sebagal berikut:
- Jumlah Transmigrasi akan bertambah
- Pelanggaran Hak Asasi Manusis belum dituntaskan
- Sumber daya Manusia Papua sangat minim/kurang
- Pengungsian dalam jumlah yang besar di beberapa Kabupaten
- Hutan adat semakin berkurang (hilang)
5. Kami Mahasiswa Timika kota studi Jayapura Menolak dengan tegas daerah otonomi baru di Tanah Papua.
6. Kami dengan tegas minta Pemerintah Indonesia, dalam Hal ini DPR-RI dan Presiden Joko Widodo untuk mencabut Otonomi Khusus di Tanah Papua. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16042022-tolak_dob.jpg)