Rusia Vs Ukraina
Bersama Korut, Iran, dan Suriah, Amerika Serikat Cap Rusia Negara Sponsor Terorisme?
Perlu diketahui, hanya ada 4 negara yang saat ini dicap sebagai negara sponsor terorisme oleh AS yakni Korea Utara (Korut), Iran, Kuba dan Suriah.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Ned Price, menyebutkan, Departemen Luar Negeri (Deplu) Amerika Serikat (AS) tidak menutup kemungkinan melabeli Rusia sebagai negara sponsor terorisme.
Demikian, dapat menetapkan pengenaan sanksi dan pembatasan tambahan.
"Kami melihat dari dekat faktanya, kami melihat dari dekat Undang-undangnya. Apakah itu otoritas ini, apakah itu otoritas lain yang tersedia bagi kami di bawah hukum, kami akan menerapkannya jika itu efektif dan sesuai," kata Price, saat ditanya apakah pengenalan kekuatan ini tetap hanya akan dilakukan di atas meja saja.
Baca juga: 18 WNA Kena Deportase dari Indonesia, Ada Ibu dan Balita Asal Rusia, Ini Penyebabnya
Dikutip dari Ukrinform, Selasa (19/4/2022), status ini diberikan oleh Departemen Luar Negeri AS kepada negara-negara yang telah 'berulang kali memberikan dukungan untuk aksi terorisme internasional'.
Perlu diketahui, hanya ada 4 negara yang saat ini dicap sebagai negara sponsor terorisme oleh AS yakni Korea Utara (Korut), Iran, Kuba dan Suriah.
Pertempuran untuk Perebutkan Donbass
Pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk merebut Donbass, ujar presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam sebuah video, Senin (18/4/2022).
Baca juga: Tunjuk Komandan Perang Baru, Presiden Putin Ingin Penyerangan di Ukraina Sesuai Target
"Pasukan Rusia telah memulai pertempuran untuk Donbas yang sudah mereka persiapkan untuk waktu yang lama," kata Zelensky seperti dikutip dari CNN.com.
"Sejumlah besar pasukan Rusia terkonsentrasi dan fokus pada ofensif itu."
Zelensky menggarisbawahi bahwa pasukan Ukraina akan terus berjuang melawan serangan Rusia di wilayah tersebut.
"Tidak peduli berapa banyak prajurit Rusia yang mereka bawa ke daerah itu, kami akan terus berjuang dan bertahan dan kami akan melakukan ini setiap hari."
"Kami tidak akan menyerahkan apa pun yang milik Ukraina tetapi kami tidak membutuhkan apa pun yang bukan milik kami," kata Zelensky.
"Saya berterima kasih kepada semua prajurit, tentara, dan kota-kota heroik yang melawan dan berdiri teguh," tambahnya.
Baca juga: Misa Malam Paskah: Paus Fransiskus Kutuk Kekejaman Perang Ukraina
Sementara itu, berikut sejumlah peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir.
- Rusia membombardir kota-kota di seluruh Ukraina pada hari Senin (18/4/2022).