Subsidi Minyak Goreng Papua

Sejumlah Pedagang di Pasar Lama Sentani Tak Lagi Jual Minyak Goreng

Sejumlah pedagang di Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua tak lagi menjual minyak goreng karena kelangkaan stock dan harga cukup tinggi.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Iriani, Satu pedagang di Pasar Lama Sentani saat diwawancara mengatakan tidak lagi menjual minyak goreng selama satu bulan, Senin (25/4/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Sejumlah pedagang di Pasar Lama Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua tak lagi menjual minyak goreng karena kelangkaan persediaan dan harga cukup tinggi.

"Satu karton yang biasanya Rp 160 ribu naik hingga Rp 345 ribu per karton. Ini untuk minyak goreng ukuran 500 gram," kata Iriani (48), Senin (25/4/2022).

Menurut Iriani, harga minyak goreng saat ini sangat tinggi, dan tidak ada keuntungan bagi dirinya.

Baca juga: Mafia Minyak Goreng Ditangkap, Ini Perintah KSAL: Tangkap Kegiatan Ekspor!

"Sudah sebulan lebih saya tidak jual minyak goreng, kalaupun ada saya tidak sanggup membeli," ujarnya.

Selain minyak goreng, harga bahan pokok lainnya seperti tepung naik hingga 130 kg per kilo, dari harga sebelumnya Rp 110 ribu per kilo.

 

 

Sementara itu, Sutrisno (30) mengatakan selama delapan tahun berdagang, belum pernah terjadi kelangkaan barang seperti saat ini.

"Jadi kalau mau beli haya bisa eceran biasanya. Kami beli di agen per karton, harga eceran kami rugi, jadi sudah sebulan saya tidak jual minyak goreng," katanya.

Sebelum harga naik, Sutrisno membeli minyak goreng dengan harga eceran satu liter Rp 15 ribu, jika ada persediaan minyak goreng itu pun harus dibatasi.

Baca juga: Jokowi Umumkan Larangan Ekspor Minyak Goreng: Mulai 28 April 2022

"Sampai saat ini pun belum ada pemerintah yang datang untuk melihat kondisi ini, sidak pasar di bulan Ramadan pun belum ada," ujarnya.

Pedagang lainnya mengatakan ada beberapa persediaan minyak goreng yang masih tersisa sebelum harga naik.

"Minyak goreng jenis Masku harganya Rp 15 ribu belinya di toko bukan agen. Bukan tidak bisa beli lagi karena mahal tapi tidak memang tidak ada barangnya juga" kata Hj Lia (50). 

Sampai berita ini diturunkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura tidak dapat dikonfirmasi. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved