Selasa, 21 April 2026

Pemekaran Papua

BEM Uncen: Mahfud MD dan Yan Mandenas Melukai Hati Rakyat Papua

Diketahui, baik Mahfud MD maupun Yan Mandenas mengeluarkan pernyataan pasca Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Papua Barat (MRPB) bertemu Presiden Jokowi.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/Istimewa
Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Amnesty Internasional Indonesia menemui Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD di Jakarta, Jumat (15/4/2022). MRP meminta pemekaran wilayah Papua ditunda. 

“Karena MRP merupakan lembaga representasi masyarakat Papua yang bergerak melindungi hak-hak orang asli Papua.”

“Sehingga apa yang di sampaikan dan diserahkan ke presiden adalah bentuk perlindungan hak orang Papua oleh MRP," tegasnya.

Baca juga: Soal DOB, Yan Mandenas: MRP Harus Baca Pasal Demi Pasal Agar Tak Mempermalukan Diri Sendiri

Ia dengan tegas meminta pemerintah pusat mengambil kebijakan pro rakyat.

Ia berharap, semua pernyataan dan kebijakan pemerintah pusat harus menggunakan pendekatan hati dan harus menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved