Nasional
KBRI London Perkuat Bahasa Indonesia di Pentas Dunia
Pemerintah melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di London terus perkuat bahasa Indonesia di Pentas dunia
Faizasyah juga mengharapkan partisipasi masyarakat dengan menjadikan dan meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Abdul Fikri menyoroti tantangan internal dalam internasionalisasi Bahasa Indonesia, dengan munculnya bahasa gaul yang digunakan dalam pergaulan di masyarakat.
Baca juga: Ricky Cawor ke Persija? IG Sang pemain Diserbu The Jakmania
Hal ini dikhawatirkan Fikri dapat menghilangkan identitas ke-Indonesian. Ia mendorong agar Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) dimanfaatkan untuk penguatan internasionalisasi.
“Sudah saatnya para pekerja asing yang akan bekerja di Indonesia dipersyaratkan memperoleh sertifikat UKBI. Demikian pula untuk proses naturalisasi warga asing,"ujarnya.
“Upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional merupakan sebuah keputusan bersama DPR RI dan pemerintah,"katanya.
Baca juga: Benarkah Iqlima Kim Kirim Foto Seksi ke Bang Hotman Paris Tanpa Diminta?: Lihat Itu
"Komisi X mendorong penerapan Bahasa Indonesia, baik sebagai bahasa pengantar dalam proses pendidikan maupun sebagai pelajaran wajib dalam kurikulum,”kata Fikri.
Mendukung strategi lompatan katak yang ditawarkan Aminuddin, Fikri mendorong agar Bahasa Indonesia diajukan sebagai bahasa internasional ke PBB.
Ia juga berharap agar Kemendikbudristek lebih gencar mengkampanyekan program literasi bahasa.
“Bila perlu semangat Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah dan Kuasai Bahasa Asing, diperkuat dengan payung hukum,”ujar Fikri.
Baca juga: Avanza Tertabrak Kereta dan Terseret 100 Meter hingga Ringsek, Begini Nasib 10 Penumpang di Dalamnya
Webinar Internasionalisasi Bahasa Indonesia yang didukung PPI-UK, Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia (APPBIPA) Inggris ini juga menghadirkan tiga orang penanggap.
Kepala Divisi Internasionalisasi Bahasa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Faizin, mengapresiasi inisiatif KBRI London yang menghadirkan tiga narasumber dari sektor berbeda namun sangat terkait.
Baca juga: Ramai Rumakiek Selangkah Lagi Susul Sang Kakak ke Persib Bandung
Menurut Faizin, seorang pengajar BIPA juga dapat berperan menjadi seorang pelaku diplomasi.
“Para pengajar BIPA perlu dibekali dengan kecakapan diplomasi seperti pemahaman terhadap diplomasi lunak, dan geopolitik Indonesia, sehingga dapat turut berperan dalam percepatan internasionalisasi bahasa Indonesia,”kata Faizin.
Faizin berharap adanya peta jalan akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia, mengingat upaya internasionalisasi bukan hal baru.
Baca juga: SEA Games 2021: Timnas U23 Vietnam Gelar Latihan Tertutup Dijaga Ketat Polisi Jelang Lawan Indonesia
“Berbicara internasionalisasi bukan hanya hajat Badan Bahasa Kemendikbudristek saja, namun hajat bersama seluruh warga negara. Perlu juga sinergi para pemangku kebijakan untuk upaya akselerasi internasionalisasi Bahasa Indonesia, "ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/suasana-webinar.jpg)