Rabu, 22 April 2026

Nasional

Tak Ada lagi Istilah Cebong dan Kampret Kala Jokowi dan Prabowo Bersatu

Timothy Ivan Triyono mengatakan, kemesraan antara Joko Widodo (Jokiwi) dan Prabowo dapat berlanjut hingga 2024 mendatang.

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews
Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Sekretaris Jenderal Komunitas Jokowi-Prabowo (Jokpro) 2024, Timothy Ivan Triyono mengatakan, kemesraan antara Joko Widodo (Jokiwi) dan Prabowo dapat berlanjut hingga 2024 mendatang.

Diketahui, kemesraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Pertahanan (Mentan) Prabowo Subianto ini terjadi pada hari pertama Idul Fitri 1443 Hijriah di Istana Gedung Agung Yogyakarta, Senin (2/5/2022).

“Saya berharap hubungan Pak Jokowi dan Pak Prabowo yang makin mesra ini dapat berlanjut hingga 2024 mendatang,” tutur Timothy dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (4/5/2022).

Baca juga: Jokowi dan Prabowo Santap Kuliner Lebaran di Yogyakarta, Ini yang Dibahas

Dalam pandangan Timothy, keduanya cocok untuk berpasangan dalam kontestasi Pilpres 2024.

“Kalau dilanjutkan sebagai capres-cawapres di Pilpres 2024, Indonesia akan aman, damai, dan sejahtera,” kata dia.

Tak hanya dalam momen perayaan Lebaran 2022, Timothy menuturkan, kemesraan Jokowi dan Prabowo pun terlihat kala meresmikan Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur, pada 20 April 2022.

 

 

“Keduanya kompak memakai blangkon warna merah khas Madura bernama Udeng Madura,” sebutnya.

Timothy berpandangan polarisasi tidak akan terjadi jika kedua tokoh itu bersatu dalam Pilpres 2024.

“Tidak akan ada lagi tuh istilah cebong dan kampret. Semuanya bisa kembali fokus membangun bangsa dan negara,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi dan Ibu Iriana menerima kedatangan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dan putranya, Didit Hediprasetyo, di Gedung Agung, Istana Kepresidenan Yogyakarta, Senin (2/5/2022).

Baca juga: Bertemu Megawati, Prabowo Dipasangkan dengan Puan di Pilpres 2024?

Jokowi mengatakan, dalam pertemuan tersebut tidak ada perbincangan mengenai politik ataupun ekonomi, hanya hal-hal ringan yang dibicarakan.

Momen terpenting dalam pertemuan itu, kata Jokowi, yakni bersilaturahmi dan saling bermaafan.

"Tadi kami banyak berbincang-bincang tetapi hal-hal yang ringan-ringan. Bukan politik, ekonomi juga ndak, ringan-ringan semua yang kita bicarakan. Saya rasa yang paling penting sudah saling silaturahmi, dan juga saling bermaafan. Yang paling penting itu," kata Jokowi.

Sementara itu, Prabowo mengaku mendapatkan kehormatan besar bisa diterima oleh Jokowi dan keluarga pada hari raya Idul Fitri.

Baca juga: Jokowi: Presiden Rusia akan Hadiri KTT G20 di Bali

Menurutnya, sudah menjadi tradisi saat hari pertama Lebaran untuk bersilaturahmi dengan pemimpin. 

"Pada hari Idulfitri memang sudah tradisi kami hari pertama kita silaturahmi kepada pemimpin kita, kepada presiden kita, dan saya mendapatkan kehormatan diterima pagi hari ini," ungkap Prabowo.

"Juga tadi Ibu Iriana, kemudian Mas Kaesang menerima kami, saya dan Mas Didit, kemudian kita berbincang-bincang secara ringan. Kita sama-sama cocok tinggal di Bogor," jelasnya.

 

 

Tak hanya berbincang-bincang, pada momen tersebut Kepala Negara juga mengajak Prabowo menyantap hidangan khas Lebaran, salah satunya adalah opor.

Prabowo mengungkapkan, dirinya juga menyantap menu lain, yaitu bakso dan tempe bacem.

"Saya tadi makan bakso dan tempe bacem, opor, ada dua macam opornya tadi," ucap Ketua Umum Partai Gerindra itu.

"Terima kasih, Bapak Presiden berkenan menerima kami, kehormatan besar, dan kami optimistis menghadapi tahun yang akan datang ini," tandasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul - Nilai Hubungan Jokowi-Prabowo Kian Mesra, Jokpro: Kalau Dilanjutkan pada Pilpres 2024, Indonesia Akan Aman

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved