Nasional

Khofifah: 114 Orang di Jatim Suspek Hepatitis

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menemukan sebanyak 144 kasus suspect jaundice (kuning) akut yang bisa jadi berhubungan dengan hepatitis.

Editor: Roy Ratumakin
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. 

"Insya Allah, pemerintah akan meningkatkan pelayanan fasilitas kesehatan yang bisa diakses semua orang. Tapi ini bukan hanya beban yang ada di Dinas Kesehatan ataupun turunannya, melainkan juga tanggungjawab Gubernur  serta Bupati/Walikota di Jatim serta seluruh elemen masyarakat untuk mencegah Hepatitis akut jenis ini mewabah di Jatim," ujar dia.

Baca juga: Adenovirus Jadi Penyebab Hepatitis Akut Misterius Anak?

Untuk itu, Khofifah mengajak masyarakat agar  tetap tenang dalam menghadapi potensi kritis yang disebabkan hepatitis akut tersebut.

"Untuk mencegah dan mengendalikan penularan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya di Jawa Timur, saya mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang," tegas dia.

"Selain menjaga prokes dan menerapkan gaya hidup sehat, untuk sementara jangan dulu berenang di kolam renang umum, tidak bermain di playground, serta hindari menyentuh hand railing, knop pintu, dinding, dan benda lain yang sering dipegang orang," imbuhnya.

 

 

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Dr Erwin Astha Triyono  menjelaskan, untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini, Dinkes Jatim telah melakukan koordinasi dengan kab/kota dan jejaring Dinas Kesehatan, rumah sakit, serta Puskesmas.

"Kami juga membangun dan memperkuat jejaring kerja surveilans dengan lintas program dan lintas sektor. Selain itu, Dinkes Jatim juga terus melakukan promosi kesehatan melalui media KIE agar masyarakat dapat memahami gejala Hepatitis akut tersebut," tutur dia.

Sebagai informasi, per 21 April 2022, tercatat ada 169 kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya.

Kasus-kasus tersebut berasal dari 12 negara yang mayoritas berada di Benua Eropa.

Baca juga: Hepatitis Akut Ditetapkan sebagai KLB, Begini Pendapat Mantan Petinggi WHO

Negara-negara tersebut adalah Inggris dengan 114 kasus, Spanyol dengan 13 kasus, Israel dengan 12 kasus, Amerika Serikat dengan 9 kasus, Denmark dengan 6 kasus, dan Irlandia dengan kurang dari 5 kasus.

Sementara itu, Belanda dan Italia masing-masing melaporkan 4 kasus, di mana Perancis dan Norwegia masing-masing 2 kasus.

Sedangkan, Romania dan Belgia baru mencatat 1 kasus. Ke-169 kasus tersebut terjadi pada anak usia 1 bulan sampai dengan 16 tahun. Tujuh belas anak atau sekitar 10 persen dari total pasien membutuhkan transplantasi hati. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul - 114 Orang di Jatim Suspek Hepatitis, Khofifah: Jangan Panik, Warga Harus Aware dengan Penyakit Ini

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved