Pemekaran Papua

Jubir Petisi Rakyat Papua Jefry Wenda Ditangkap, Dalang Demo Tolak DOB di Jayapura?

Selain Jefry, enam orang lainnya juga ikut digelandang ke Markas Polresta Jayapura Kota untuk dimintai keterangannya oleh penyidik.

Istimewa
Aparat kepolisian menangkap Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda atas unjuk rasa penolakan DOB dan Otsus Papua di Kota Jayapura, Selasa (10/5/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polisi menangkap Juru Bicara Petisi Rakyat Papua (PRP) Jefry Wenda di kawasan Perumnas 4 Kota Jayapura,  Selasa (10/5/2022).

Penangkapan dilakukan Tim Gabungan dari Polda Papua, Satgas Damai Cartenz dan Polresta Jayapura Kota sekitar pukul 12.28 WIT.

Selain Jefry, enam orang lainnya juga ikut digelandang ke Markas Polresta Jayapura Kota untuk dimintai keterangannya oleh penyidik.

Mereka adalah Ones Suhuniap selaku Juru Bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB), aktivis KNPB Omikson Balingga. 

Baca juga: Demonstran Penolak Pemekaran Papua Dibubarkan, Massa Malah Lempari Batu ke Arah Aparat

Kemudian Iman Kogoya, Marten Manggaprow, serta satu orang perempuan yang namanya masih belum diketahui, dan satu orang anggota Aliansi Mahasiswa Papua (AMP).

Kepala Ops Damai Cartenz Kombes Pol Muhammad Firman, kini tujuh orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Mapolresta Jayapura Kota.

"Mereka semua sedang diperiksa di Mapolresta Jayapura Kota," singkat Muhammad Firman lewat gawainya.

Sebanyak 1.841 personel TNI dan Polri diterjunkan untuk membubarkan massa penolak DOB dan Otsus Papua di Kota dan Kabupaten Jayapura.

Adapun 1.181 personel di antaranya disiagakan di Kota Jayapura.

Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Emanuel Gobay.
Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua, Emanuel Gobay. (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)

LBH Papua Bersuara

Sementara itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Papua meminta pihak kepolisian menjelaskan alasan penangkapan 7 orang dalam aksi unjuk rasa penolakan Daerah Otonomi Baru (DOB) dan Otonomi Khusus (Otsus) Papua di Kota Jayapura.

Direktur LBH Papua, Emanuel Gobay, lantas mempertanyakan dasar hukum aparat kepolisian dalam melakukan penangkapan terhadap tujuh orang tersebut.

“Kami mempertanyakan dasar hukumnya, alasan kenapa mereka ini sampai ditangkap? Kami minta kepolisian untuk terbuka soal penangkapan ini,” kata Emanuel Gobay saat dihubungi Tribun-Papua.com.

Baca juga: Demo Tolak DOB dan Otsus Papua Dibubarkan, Kombes Gustav: Mengganggu Kamtibmas

Menurutnya, polisi tidak mempunyai alasan untuk menangkap tujuh orang pengunjukrasa yang bermaksud menyampaikan aspirasi.

“Kalau memang ditangkap, kami minta alasannya karena apa? Saat ditangkap, apakah itu berdasarkan surat perintah penangkapan? Ini kan tidak jelas,” ujarnya.

Gobay juga meminta pihak kepolisian untuk memberikan keterangan terkait keberadaan ketujuh orang yang ditangkap itu.

Baca juga: Demostran Penolak DOB dan Otsus Papua Disemprot Watercanon di Jayapura: Massa Bubar

Pasalnya, setelah dibekuk, posisi ketujuh orang itu sampai saat ini masih belum diketahui keberadaannya.

“Kami akan mendatangi Polresta Jayapura Kota dan Polda Papua untuk mencari tahu keberadaan tujuh orang rekan kami itu,” katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved