Pemekaran Papua

Polres Jayapura Siagakan 660 Personil TNI- Polri Antisipasi Aksi Demo Tolak DOB dan Otsus di Sentani

Kepolisian Resort Jayapura menyiagakan 660 personil TNI-Polri mengantisipasi jalannya aksi demontrasi penolakan DOB dan Otsus

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Susana Kepolisian Resort Jayapura menyiagakan 660 personil TNI-Polri mengantisipasi jalannya aksi demontrasi penolakan terhadap daerah otonomi baru dan otonomi khusus 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepolisian Resort Jayapura menyiagakan 660 personil TNI-Polri mengantisipasi jalannya aksi demontrasi penolakan terhadap daerah otonomi baru dan otonomi khusus jilid II

Apel pengamanan mengantisipasi rencana aksi demonstrasi yang berlangsung di lapanganTheys H. Eluay Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (10/5/2022) pagi.

Baca juga: BBMKG Jayapura : Gempa Berkekuatan 3,9 Magnitudo Guncang Kabupaten Nduga Papua

Kapolres Jayapura AKBP Fredrickus W.A Maclarimboen memimpin langsung apel pengamanan mengantisipasi jalannya aksi demonstrasi yang rencananya akan dilakukan hari ini.

Lanjut dia, sebanyak 660 personil TNI-Polri bersiaga di wilayah Kabupaten Jayapura.

Baca juga: Setelah Libur Lebaran,Aktivitas SKPD di Pemprov Papua Kembali Normal

Fredrickus W.A Maclarimboen menjelaskan walaupun aksi demonstrasi tersebut tidak diijinkan, pihaknya tetap mengsiagakan ratusan personil gabungan TNI dan anggotanya.

"Demonstrasi tersebut tidak kami ijinkan, namun personil tetap disiagakan guna mengantisipasi hal - hal yang tidak diinginkan,"kata Maclarimboen melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa pagi.

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat hingga Senin 9 Mei 2022: Total Kasus Capai 79.923

Dia menjelaskan, sebanyak 660 personil yang diturunkan terdiri dari 277 personil anggota Polres Jayapura, Dalmas Polda Papua 29 Personil, Brimob Polda Papua 105 personil, 249 personil TNI dari AURI, Batalyon 751 dan Koramil Sentani.

Aksi demonstrasi yang rencananya akan dilaksanakan hari ini sesuai selebaran dan informasi dimedia sosial menuntut penolakan otonomi khusus jilid 2 dan pemekaran daerah otomi baru.

Baca juga: Respons Gerindra soal Wacana Duet Prabowo-Puan: Kita Masih Tunggu

"Ada beberapa titik penyakatan massa oleh personil kami diantaranya pertigaan sosial, pertigaan pos 7, dan pertigaan netar, selain itu anggota juga melaksanakan razia di 2 titik berbeda yakni puspenka Hawai dan didepan Mapolsek Sentani Timur, perintah jelas jika ada massa yang berkumpul kami langsung bubarkan," tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved