Rabu, 20 Mei 2026

Waspadai Virus PMK yang Serang Hewan Ternak, Kenali Cara Penularan, Gejala hingga Pencegahannya

Ribuan hewan ternak terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Pada awal Mei 2022, sejumlah 1.247 ekor sapi ternak di Jawa Timur terserang PMK.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
Ilustrasi sapi 

4. Tersebar melalui angin, daerah beriklim khusus (mencapai 60 km di darat dan 300 km di laut).

Gejala Klinis PMK

Pada Sapi

1. Pyrexia (demam) mencapai 41°C, anorexia (tidak nafsu makan), menggigil, penurunan produksi susu yang drastis pada sapi perah untuk 2-3 hari.

Kemudian, sapi akan menggosokkan bibir, menggeretakkan gigi, leleran mulut, suka menendangkan kaki karena disebabkan oleh vesikula (lepuh) pada membrane mukosa hidung dan bukal serta antara kuku.

Setelah 24 jam, vesikula tersebut rupture/pecah setelah terjadi erosi.

Vesikula bisa juga terjadi pada kelenjar susu.

2. Proses penyembuhan umumnya terjadi antara 8–15 hari.

3. Terjadinya komplikasi, mulai dari erosi di lidah, superinfeksi dari lesi, mastitis dan penurunan produksi susu permanen, myocarditis, abotus kematian pada hewan muda, kehilangan berat badan permanen, kehilangan kontrol panas.

Baca juga: 5 Orang Meninggal Akibat Hepatitis Akut di Indonesia, Ini Kata Kemenkes

Pada Domba dan Kambing

Kerusakan jaringan (Lesi) kurang terlihat, atau lesi pada kaki bisa juga tidak terlihat.

Lesi  pada sekitar gigi domba dapat menyebabkan kematian pada domba dan kambing usia muda.

Pada Babi

Kemungkinan bisa timbul beberapa lesi kaki ketika dikandangkan pada alas permukaan yang keras.

Lesi atau kerusakan jaringan berupa Vesikula atau lepuh pada lidah, sela gigi, gusi, pipi, pallatum molle dan pallatum durum (langit-langit mulut), bibir, nostril, moncong, cincin koroner, puting, ambing, moncong, ujung kuku, sela antar kuku.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved