Pemkab Jayapura
Data Base Wilayah Adat Harus Ada Kebun Coklat dan Sagu, Bupati Mathius: Tidak Boleh Gagal Lagi!
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan telah membuat peta wilayah adat dan sudah di petakan, di dalamnya ada kebun coklat dan sagu.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan telah membuat peta wilayah adat dan sudah di petakan, di dalam data base tersebut ada wilayah kebun coklat dan sagu.
"Mengenai kebun coklat dilihat mana coklat yang dapat direpresentasikan atau masih produksi, agar kita dapat melihat di peta wilayah adat agar kemudian tidak gagal lagi," katanya saat mengikuti kegiatan mencetak coklat bersama anak Sekolah Minggu di Rumah Coklat Kenambai Umbai, Kantor Bupati, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (13/5/2022).
Baca juga: Paulus Waterpauw Jabat Pj Gubernur Papua Barat, Bupati Jayapura: Tolong Jaga Hak Masyarakat Adat
Ia menjelaskan coklat merupakan komoditi andalan di Kabupaten Jayapura, pada gerakan tanam coklat pada awal pemerintahan bupati pertama banyak terjangkit hama dan menjadi kerugian cukup besar bagi petani dan pemerintah saat itu.
"Tetapi setelah itu, kita belajar dan mengirimkan anak muda ke luar Papua untuk belajar, sekitar tiga bulan, kemudian kembali dan disebut sebagai dokter kakao," ujarnya.
Hal itu dilakukan untuk membangkitkan kembali lagi potensi di Kabupaten Jayapura dan terus dilakukan dan bergenerasi.
"Termasuk juga pencakokan, dokter kakao tadi mereka belajar untuk pembibitan baik dan cepat, dari bibit harus dari sumber yang sertifikasi dan proses pemeliharaannya, beberapa waktu lalu ada gerakan tanam kakao tetapi bibitnya tidak sertifikasi dengan baik sehingga terserang hama," katanya.
Baca juga: Otsus Solusi Bangkitnya Seni Budaya di Tanah Papua, Bupati Mathius: Pendidikan Tidak Boleh Kaku
Rumah Coklat Kenambai Umbai menjadi percontohan untuk Home Industri coklat, sementara pusat produksi kakao berada di Yahim Distrik Sentani Kota dan tingkat produksinya dalam satu hari sekitar enam ton coklat.
Dengan adanya pabrik atau tempat produksi ini, dapat dimanfaatkan bagi warga sekitar untuk berlatih membuat coklat dan kedepannya dapat menjadi satu areal wisata.
"Kita berharap disitu anak muda dapat dilatih seperti pada kegiatan hari ini, anak sekolah minggu dari beberapa gereja datang untuk belajar membuat coklat," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/13052022-mathius_awoitauw-1.jpg)