Senin, 18 Mei 2026

Koalisi Golkar, PAN dan PPP Dinilai Terlalu Dini, Rizal Mallarangeng: Anggaplah Gerakan Tanpa Bola

Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat membangun kolasi untuk Pemilu 2024.

Tayang:
Tribunnews.com/istimewa
Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto bertemu dengan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, di Rumah Heritage Sam Ratulangi, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2022) malam. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepakat membangun kolasi dengan nama Koalisi Indonesia Bersatu untuk Pemilu 2024.

Kendati demikian, pembentukan koalisi tersebut dinilai terlalu dini lantara gelaran pilpres masih setahun lebih.

Menanggapi hal itu, pengamat politik sekaligus politisi senior Partai Golkar Rizal Mallarangeng menilai, hal ini justru langkah awal yang bagus dan patut dicontoh partai lainnya. 

Sebab menurutnya, semangat ketiga parpol itu dinilai perlu agar dapat mengerucutkan pilihan kandidat calon presiden dan calon wakil presiden. 

Baca juga: Jelang Pemilu 2024, Ketum Golkar Instruksikan Seluruh Kadernya Kerjasama dengan PAN dan PPP

"Memang membangun kesamaan pandangan itu patutnya jangan buru-buru. Pendaftaran peserta pemilu secara partai kan sudah mulai berjalan walaupun secara formal tahun depan, tapi kan kurang lebih setahun menyiapkan termasuk kandidat capres cawapres yang kira-kira satu tahun tiga bulan lagi, saya rasa proses itu butuh pematangan,"

"Nah karena itu langkah awal yang dilakukan Golkar, PAN, dan PPP bagus sebagai contoh bagi teman-teman yang lain, untuk mulai mengerucutkan pilihan-pilihan yang ada," kata Rizal dalam acara Apa Kabar Indonesia Pagi tvOneNews, Minggu (14/5/2022). 

Lanjut dikatakan Rizal, tidak menutup kemungkinan partai lain masih bisa turut masuk dalam koalisi ini. 

"Ini kan baru pembukaan bukan penutupan dan ini kondisi terbuka, kalau ada partai lain yang tertarik, ini kan kemungkinan bergabung amat sangat besar dan bagus,"

"Anggaplah gerakan tanpa bola, belum ditendang ke gawang, jadi masih cari posisi," lanjutnya. 

Baca juga: Muhidin Tepis Isu Perpecahan: Golkar Solid Dukung Airlangga Hartarto di Pemilu 2024

Sebut Ingin Akhiri Polarisasi dan Pembelahan

Diwartakan Tribunnews.com, koalisi ini terbentuk saat digelarnya pertemuan antara Ketua Umum (Ketum) ketiga partai tersebut di Rumah Heritage Jakarta pada Kamis (12/5/2022) kemarin.

Yakni Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan, dan  Ketum PPP Suharso Monoarfa. 

Koalisi ini akan segera merumuskan bentuk kerja sama secara detail dalam waktu dekat.

Selain itu, terbentuknya koalisi ini juga disebut untuk melanjutkan program-program strategis Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sementara, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyebut koalisi tiga partai politik ini dalam rangka untuk mengakhiri politik identitas dan mengakibatkan polarisasi masyarakat seperti yang terjadi pada Pilpres 2014 dan 2019.

Baca juga: Jokowi-Megawati Disebut King Maker, Duet Prabowo-Puan Dinilai Berpeluang Terjadi di Pilpres 2024

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved