Covid 19 Papua

Jokowi Longgarkan Pemakaian Masker di Ruang Terbuka, Ini Respon IDI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan, masker masih perlu digunakan di luar ruangan jika terjadi kepadatan orang.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
Ilustrasi masker N95. Banyak jenis masker medis yang beredar, selain masker bedah, ada juga masker N95, masker KN95 hingga KF94 yang belakangan cukup populer. Masker-masker ini memiliki perbedaan dari bentuk hingga efektivitas dalam menyaring partikel udara.(SHUTTERSTOCK/Maridav 

TRIBUN-PAPUA.COMPresiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan, masker masih perlu digunakan di luar ruangan jika terjadi kepadatan orang.

Selebihnya, di dalam ruangan, Jokowi menegaskan bahwa masker tetap wajib dikenakan.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban menilai, keputusan Presiden Jokowi melonggarkan ketentuan pemakaian masker di luar ruangan sudah tepat.

Baca juga: Longgarkan Prokes, Jokowi Perbolehkan Masyarakat Lepas Masker di Luar Ruangan

Hal itu disampaikan Zubairi dengan mempertimbangkan berbagai indikator penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang angkanya sudah cukup baik pada saat ini.

“Keputusan yang tepat, berdasarkan data harian yang turun terus. Kemarin sempat naik, tapi hari ini turun lagi (kasus baru Covid-19) di bawah 300. Jadi, kasus baru turun banyak,” kata Zubairi, Selasa (17/5/2022) malam.

 

 

“Kedua, positivity rate juga sangat turun hingga kurang dari 3 persen. Keterisian rumah sakit rujukan juga kurang dari 3 persen, bahkan banyak rumah sakit yang kosong pasien Covid-19,” ia menambahkan.

Di sisi lain, kasus aktif Covid-19 atau jumlah warga yang saat ini sedang terinfeksi Covid-19 juga turun, sementara capaian vaksinasi sudah tinggi.

“Jadi semuanya mendukung,” ujar profesor tersebut.

Baca juga: Jokowi Ungkap Kemungkinan Masyarakat Boleh Buka Masker setelah Masa Transisi Menuju Endemi

Meski demikian, Zubairi menyebut bahwa keputusan tepat Jokowi ini disertai sedikit catatan, yakni soal potensi kenaikan kasus Covid-19 pada 15-30 hari ke depan imbas mudik Lebaran 2022 yang dihitung sejak awal bulan Ramadhan 2022.

“Kalau ada kenaikan dalam setengah atau sebulan lagi, harus dibuat PPKM lagi. Tapi, kemungkinan untuk itu sepertinya kecil,” kata dia.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan alasan pemerintah memutuskan untuk melonggarkan penggunaan masker di ruang terbuka.

Baca juga: Pakai Masker 3 Lapis hingga Tak Boleh Bicara, Ini Aturan Baru Naik Pesawat untuk Mudik Lebaran

Budi mengatakan, hasil pengamatan Kemenkes, varian baru Covid-19 khususnya subvarian Omicron BA.2 tidak menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 di Tanah Air.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved