Nasional

Tak Lagi Dicatat Manual, Imunisasi Anak Bakal Terdata di Aplikasi Sehat IndonesiaKu

Kemenkes RI melalui Digital Transformation Office meluncurkan sekaligus uji coba aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK)

Editor: Musa Abubar
Istimewa/ dok Puskesmas Sanggeng
Salah sorang balita di Manokwari Papua Barat ketika mendapatkan imunisasi 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Guna mendukung upaya peningkatan angka cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak Indonesia, Kemenkes RI melalui Digital Transformation Office meluncurkan sekaligus uji coba aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK)

Peluncuran itu dilakukan pada pelaksanaan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau, Rabu (18/5/2022).

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat hingga Kamis 19 Mei 2022: Total Kasus Capai 79.968

“Hari ini kami launching dan sudah digunakan Aplikasi Sehat IndonesiaKu (ASIK) untuk melakukan pencatatan data imunisasi anak secara digital,”kata Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu saat pencanangan BIAN 2022 di Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau dilansir dari sehatnegeriku.kemekes.go.id.

Maxi mengatakan, ASIK merupakan bagian dari misi Kemenkes RI dalam upaya mentransformasikan layanan kesehatan dengan membantu para tenaga kesehatan melakukan pencatatan data pasien yang lebih efisien dan terintegrasi dalam satu database.

Baca juga: Ngaku Dijambret dan Lehernya Luka, Barbie Kumalasari Habiskan Rp 25 Juta per Minggu untuk Perawatan

Kelebihan lainnya adalah aplikasi dapat digunakan tanpa terhubung dengan internet untuk memudahkan tenaga kesehatan di wilayah 3T.

Hal ini juga termasuk dalam upaya peningkatan pendataan cakupan imunisasi dasar lengkap bagi anak di Indonesia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan sistem ini kurang lebih sama dengan pendataan vaksinasi COVID-19. Nantinya, anak-anak yang sudah mendapatkan imunisasi akan terekam digital di ASIK yang juga terintegrasi dengan PeduliLindungi.

Baca juga: Sekda Michael Sebut TPP Nakes dan Guru Mimika Belum Dibayarkan Sejak Januari-Mei 2022

Pengintegrasian ini, katanya,untuk memudahkan orangtua mengakses data imunisasi anak di mana pun dan kapan pun, bahkan hingga belasan tahun kedepan.

"Jadi, ketika anak membutuhkan rekam imunisasi untuk keperluan sekolah, semua data bisa dengan aman tersimpan di database Kementerian Kesehatan,"ujarnya.

Baca juga: Prabowo-Puan hingga Ganjar-Erick, Pengamat Ungkap Simulasi 3 Paslon di Pilpres 2024

“Aplikasi ini akan kita berikan ke semua Puskesmas dan Dinkes-Dinkes, supaya datanya juga ada di Dinas Kesehatan,”katanya.

Nantinya, selama BIAN berlangsung, tambah dia, para tenaga kesehatan di Posyandu dan Posbindu melakukan pencatatan dengan mudah melalui aplikasi di ponsel dan mudah dibawa saat imunisasi di lokasi target balita di wilayah Sumatera.

Baca juga: TNI Temukan Ladang Ganja Seluas 400 Meter Persegi di Perbatasan Papua-PNG

Selanjutnya, Sulawesi, Kalimantan, Bali, NTB, NTT, Maluku dan Papua sejak Mei 2022 dan disusul di pulau Jawa dan Bali pada Agustus 2022.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved