Pemprov Papua
BPS Papua : Long Form Sensus Penduduk 2020 Dimulai 15 Mei 2022
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua memastikan pelaksanaan Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) di 29 kabupaten/kota
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Badan Pusat Statistik Provinsi Papua memastikan pelaksanaan Long Form Sensus Penduduk 2020 (LF SP2020) di 29 kabupaten/kota didaerah itu, bakal dimulai pada 15 Mei hingga 30 Juni 2022 mendatang.
Demikian disampaikan Subkoordinator Fungsi Diseminasi dan Layanan Statistik BPS Papua, Ikfina Chairani di Jayapura, Jumat (20/5/2022).
Baca juga: Ketum PSSI Ungkap Nasib Shin Tae-yong setelah Gagal Bawa Timnas U-23 Indonesia Juara SEA Games 2021
"Ada dua tahap dalam pelaksanaan LF SP2020 ini. Tahap pertama yakni melakukan pemutakhiran untuk memastikan data penduduknya masih sama, lalu tahap kedua menarik sampel dari 16 rumah tangga,"katanya.
"Kemudian dalam tahap pemutakhiran ini petugas akan mengunjungi setiap rumah untuk memastikan bahwa masih penduduk yang sama, setelah itu kita menarik sampel dari 16 rumah tangga secara lengkap menggunakan kuisioner C2,"ujarnya.
Baca juga: Kunjungi Kampung Amamapare, Danlanal Timika Ajak Pemuda-Pemudi Bergabung dengan TNI-AL
Ikfina mengatakan, pelaksanaan LF SP2022 yang tertunda akibat penularan COVID-19 tersebut, bakal mendata 121.200 sampel rumah tangga dalam 7.575 blok sensus.
Lanjut dia, LF SP2022 lebih kepada mengetahui kondisi sosial demografi masyarakat yang disensus.
Baca juga: Ramai Rumakiek Bicara Kontrak, Manajer Persipura Ini Ucapkan Pernyataan Tegas
Sementara dalam pengumpulan data nantinya tidak melibatkan seluruh masyrakat. Tim BPS Papua hanya mengambil beberapa sampel pada sejumlah rumah tangga di suatu wilayah.
"Meski begitu, diharapkan dari data yang terkumpul bisa mengestimasi kondisi sosial dan demografi penduduk di Papua,"katanya.
Baca juga: Isu Transfer Ramai Rumakiek, Yan Mandenas: Hargai Kontrak yang Masih Berlaku!
“Dan tentunya kita berharap seluruh masyarakat yang terpilih di survei, bisa menerima petugas BPS, sehingga kita bisa memberikan gambaran yang lebih akurat,"ujarnya.
Sekadar diketahui, BPS bekerjasama dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) guna melakukan penelitian terkait kondisi sosial demografi di Papua.
Baca juga: Eks Menantu Soeharto Makin Populer, tapi Ganjar Lebih Disukai Rakyat Gantikan Jokowi
Hasil pelaksanaan LF SP2020 ini diyakini akan sangat berguna untuk penentuan kebijakan pada bidang sosial kependudukan. Seperti, informasi ketenagkerjaan, disabilitas dan perumahan. (*)