Pemilu 2024
Gerindra Lengserkan Kadernya, Buntut Dukung Anies Jadi Presiden Ketimbang Prabowo, Ini Sosoknya
Sebelum keluar dari Gerindra, Taufik juga akan mengundurkan diri dari keanggotaan DPRD terlebih dahulu.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Dalam menyambut Pilpres 2024, tensi politik dalam negeri semakin meningkat.
Baik partai politik maupun tokoh politik mulai bermanuver agar mampu memenangkan peseta demokrasi lima tahunan tersebut.
Satu di antaranya Partai Gerindra yang dipimpin Prabowo Subianto.
Dukungan terhadap Prabowo Subianto secara solid mengalir di internal tubuh partai.
Namun, siapa sangka, terdapat satu kader yang dianggap membelot.
Kader tersebut adalah M Taufik.
Baca juga: Lengserkan Jokowi, Surya Paloh Ungkap Dua Sosok Ini sebagai Penerus Tahta Presiden dan Wapres RI
Tak ayal, Taufik dipecat dari Partai Gerindra sebagai jalan terakhir untuk mengakhiri perselisihan kedua belah pihak dalam beberapa waktu belakangan.
Keputusan itu disampaikan Mahkamah Kehormatan Partai Gerindra (MKP) pada Selasa (7/6/2022).
Menurut Wakil Ketua MKP Gerindra, Wihadi Wiyanto, salah satu alasan pemecatan Taufik adalah karena sang politikus senior itu dinilai tidak loyal.
Wihadi mengatakan, pada 21 Februari 2022 lalu Taufik sudah pernah dipanggil.
Dalam keterangannya pada pemanggilan tersebut Taufik menyatakan akan loyal kepada Gerindra.
Namun, menurut Wihadi, setelah itu Taufik justru menunjukkan sikap tidak loyal, terutama setelah ia dicopot sebagai wakil ketua DPRD DKI Jakarta.
Baca juga: Geser Jokowi dan Amin, Sosok Ini Digaet Ganjar Pranowo Jadi Cawapres, Bukan Politisi Partai
Ia menyinggung sikap Taufik yang sempat bermanuver dengan menyatakan akan mengundurkan diri dari Partai Gerindra.
"Melihat ketidakloyalan daripada Saudara Taufik dan juga menyalahi apa yang sudah disampaikan pada 21 Februari, dia mengatakan akan tetap dengan Gerindra, tapi pada kenyataannya dengan manuver-manuver dia mengatakan akan mundur," ujar Wihadi.
Perselisihan antara Taufik dan partai yang membesarkannya itu meruncing sejak Februari 2022.