Info Merauke
Uskup Mgr Canisius Petrus Mandagi: YPPK Merauke Harus Buat Perubahan!
Tujuan raker YPPK untuk me-review kembali perjalanan yayasan dan sekolah-sekolah Katolik dalam lingkup yayasan.
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah
TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE – Uskup Agung Merauke, Mgr Canisius Petrus Mandagi menegaskan kepada seluruh peserta rapat kerja (raker) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (YPPK) Merauke untuk mengevaluasi total kinerja dan membuat perubahan.
"Rapat kerja YPPK ini evaluasi total dan harus mengadakan perubahan-perubahan. Saya sebagai uskup bilang, pastor-pastor harus kerjasama. Kalau tidak saya pecat," kata Uskup Merauke, Mgr Canisius P Mandagi kepada wartawan disela-sela raker YPPK Merauke di Care Inn Hotel, Kamis (9/6/2022).
Baca juga: Pesan Uskup Agung Merauke kepada Wartawan: Jadilah Corong Kebenaran dan Agen Perubahan
Dia menjelaskan, tujuan raker YPPK untuk me-review kembali perjalanan yayasan dan sekolah-sekolah Katolik dalam lingkup yayasan.
"Mengadakan koreksi dan memandang kedepan apa yang bisa dibuat. Tujuannya yang baik dipertahankan. Yang tidak baik dirubah dan terjadi pertumbuhan," tuturnya.
Uskup Mandagi menjelaskan, sekarang YPPK harus melihat ke depan. Gereja dan yayasan tidak bisa jalan sendiri-sendiri, harus kerjasama dengan pemerintah.
Baca juga: Uskup Agung Merauke Canisius Petrus Mandagi Dukung DOB Provinsi Papua Selatan
"Saya tadi lupa bilang (dalam sambutan). Kita bayar pajak jadi pemerintah harus bantu juga bukan karena belas kasih. Kewajiban pemerintah memberikan perhatian kepada sekolah-sekolah," ungkapnya.
"Kita bayar pahak dan bodo kita lama gereja katolik disini. Seolah-olah hebat sendiri. Sekarang harus kerjasama dengan pemerintah dan stakeholder juga yayasan lain seperti Muslin, Protestan, Hindu, dan Budha," imbuh Uskup Mandagi.
Orang nomor satu di Keuskupan Agung Merauke ini mengingatkan, YPPK tidak bisa melaksanakan pendidikan sendiri harus bekerjasama untuk mewujudkan manusia baik dan dewasa. (*)