Sosok

KISAH Jenderal Dudung, Pernah Pimpin Dua Tim Khusus dalam Operasi Timor Timur

Jenderal Dudung tercatat pernah terjun ke medan pertempuran di Timor Timur periode 1988-1991. Kisahnya mengharukan..

Tribun-Papua.com/Istimewa
KSAD Jenderal Dudung Abdurachman saat memimpin apel gelar pasukan jajaran TNI AD wilayah Jabodetabek di Monas, Jakarta, Selasa (25/1/2022).(Dispenad) 

TRIBUN-PAPUA.COM - Timor Timur menjadi awal pengembaraan Jenderal Dudung Abdurachman saat pertama kali ditugasi operasi.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini tercatat pernah terjun ke medan pertempuran di Timor Timur periode 1988-1991.

Dudung baru saja menyelesaikan pendidikannya di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), kala itu. Pangkatnya, letnan dua.

Akabri kini berganti nama mejadi Akademi Militer (Akmil).

Baca juga: Masih Ingat Irjen Anang Revandoko? Dulu Kapolda Kalteng, Kini Dankorbrimob Pecah Bintang Tiga

Dudung yang kala itu akan menginjak usia 24 tahun ditugaskan di satuan tempur Batalyon Infanteri (Yonif) 744/Satya Yudha Bhakti yang bermarkas di Dili, Timor Timur, yang kini bernama Timor Leste.

Batalyon itu kini bernama Yonif Raider Khusus 744/Satya Yudha Bhakti.

Personelnya terdiri dari pasukan elite pertempuran infanteri yang berada di bawah Kodam IX/Udayana.

Saat Dudung bergabung, batalyon ini diperkuat tujuh kompi dan beberapa peleton dalam satu kompinya.

Dudung dipercaya sebagai Komandan Peleton (Danton) 3/B yang bermarkas kompi di Desa Becora, Dili, Timor Timur.

“Di sinilah saya membawa tim khusus yang namanya Ataka dan Casador,” kata Dudung, dikutip dari buku “Loper Koran Jadi Jenderal” karya Imelda Bachtiar.

Foto Ilustrasi - Warga Timor Leste
Foto Ilustrasi - Warga Timor Leste (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Tim khusus ini terdiri dari prajurit-pajurit pilihan yang mempunyai segudang pengalaman untuk mencari anggota Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) di Timor Timur.

Saat baru bergabung, Dudung yang baru saja terjun dalam medan penugasan baru langsung melakukan orientasi selama dua bulan.

Baca juga: Masih Ingat Maria Tambingon? Dulu Wakili Papua di Ajang Puteri Indonesia, Kini Sukses Beternak Ayam

Mulai dari pengenalan lokasi, kegiatan fisik, hingga mental.

Setelah dinyatakan siap, tim tersebut selanjutnya berangkat ke gunung untuk melaksanakan tugas operasi selama tiga bulan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved