Nasional

Perubahan Iklim Sebabkan Penyakit Seperti Covid-19, Ini Penjelasanya

Perubahan iklim dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan masyarakat

Editor: Musa Abubar
Istimewa
Koalisi pemuda jaga iklim mengadakan aksi street campaign sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap tanggal 28 Oktober. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Guru Besar dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) UGM, Prof. dr. Ova Emilia mengatakan perubahan iklim dapat berdampak langsung maupun tidak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Dampak perubahan iklim seperti adanya cuaca ekstrem dan lain sebagainya.

Baca juga: Akui Sering Dijewer Megawati, Ganjar Cerita Pernah Dimarahi soal Penanganan Banjir Rob

Sedangkan dampak tidak langsung contohnya seperti ketika perubahan iklim kemudian memengaruhi vektor-vektor atau penyebab penyakit (contohnya nyamuk).

Dengan adanya perubahan iklim maka bisa jadi vektor-vektor atau penyebab tersebut bisa hidup lebih panjang atau berubah perilaku.

Baca juga: Jadwal Live Streaming Laga Timnas Indonesia vs Nepal di Kualifikasi Piala Asia 2023

“Adanya perubahan iklim itu juga akan memengaruhi vektor-vektor atau penyebab-penyebab penyakit, (dimana) mengakibatkan hidupnya akan lebih panjang atau mungkin dia berubah perilaku,"kata Prof. Ova dalam webinar dikutip dari youtube UGM, Senin (13/6/2022).

"Sehingga menimbulkan problem-problem penyakit yang mungkin juga belum pernah kita ketemukan sebelumnya, seperti yang kita hadapi dalam 2 tahun terakhir, yakni Covid-19,”ujarnya disadur dari Tribunnews.com.

Baca juga: Jaga Rutan Mapolres Mimika Tetap Aman Terkendali, Polisi Periksa Barang Bawaan Penghuni

Untuk itu, kata dia, mitigasi kesehatan masyarakat dari bahaya perubahan iklim sebaiknya dilakukan pada setiap tingkatan, yakni mulai dari tingkatan individu, sosial, sampai tingkatan struktural.

Sementara itu, Guru Besar dari FKKMK lainnya, Prof. dr. Laksono Trisnantoro menjelaskan mitigasi pada tingkatan individu contohnya dapat memperbaiki perilaku masyarakat.

Baca juga: Buka Musorprov, Gubernur Lukas Enembe Minta KONI Papua Pertahankan Prestasi PON XX

Lanjut dia, perubahan ini seperti mendorong untuk memiliki pola hidup sehat dan lain sebagainya.

Pada tingkatan sosial, mitigasi dapat berupa mengurangi kemiskinan di masyarakat, sebab mau tidak mau pada kenyataan di lapangan, kesehatan sangat berkaitan dengan faktor ekonomi.

Serta tentunya juga diperlukan mitigasi pada tingkatan struktural, dimana seharusnya ada regulasi dan kebijakan yang diperlukan.(*)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved