Lipsus Venue PON Papua

Rawat Venue PON XX, Pemprov Papua Harus Rogoh Kocek Rp 43,6 Miliar per Tahun

Pemerintah Provinsi Papua harus bersiap untuk menghadapi tantangan selanjutnya seusai menjadi tuan rumah PON dan Peparnas

Penulis: Raymond Latumahina | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Stadion Lukas Enembe yang berada di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Papua. 

Laporan wartawan Tribun-Papua.com, Raymond Latumahina

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemerintah Provinsi Papua harus bersiap untuk menghadapi tantangan selanjutnya seusai menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XX dan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI 2021 lalu.

Tantangan itu adalah merawat venue-venue berstandar internasional yang digunakan pada pesta olahraga terakbar di Tanah Air tersebut.

Baca juga: Jelang HUT Tribun, Ratusan Anak-Anak se-Kota Jayapura Antusias Ikut Kids Coloring Contest

Berdasarkan perhitungan, Pemprov Papua mesti merogoh kocek anggaran sebesar Rp 43,6 miliar untuk merawat venue yang berada di kawasan Kota Jayapura, Kampung Harapan, dan Doyo Baru.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) Provinsi Papua, Alexander Kapisa mengatakan, jumlah tersebut sudah termasuk perawatan venue dan wisma atlet.

Baca juga: Gubernur Papua, Lukas Enembe Ingatkan Para Bupati Agar Tak Sepihak Minta DOB

“Total per tahun kita harus siapkan anggaran Rp 43,6 miliar. Ini sudah perhitungan detail yang kita lakukan,” kata Alexander Kapisa, beberapa waktu lalu.

Untuk merawat venue dan wisma atlet yang berada di kawasan Doyo Baru sendiri, Pemprov Papua harus menyiapkan anggaran senilai Rp 11,5 miliar per tahun.

Baca juga: Setelah PON XX, Venue Hockey Cricket Bambar Jayapura Masih Terawat

Sedangkan untuk venue yang berada di kawasan Kampung Harapan, Pemprov Papua wajib menganggarkan dana setiap tahunnya sebesar Rp 23,4 miliar.

Sementara itu untuk venue yang terletak di kawasan Kota Jayapura, Pemprov Papua mesti menyiapkan total anggaran sejumlah Rp 8,5 miliar per tahun.

Baca juga: Bupati Mathius Awoitauw Masuk Bursa Bakal Capres: Surya Paloh Ingin Lihat Presiden Rambut Keriting

Menurut Alexander Kapisa, total keseluruhan ini sudah dihitung secara rinci dan detail, bahkan pihaknya telah menekan jumlah anggaran ini agar tidak membengkak.

Oleh karena itu, Disorda Papua telah memiliki rencana dan strategi untuk mengurangi beban biaya perawatan dan pengelolaan venue dan wisma atlet, seperti membentuk Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) dan menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Biaya ini sudah paling seminimal mungkin yang juga sudah kita tekan,”ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved