ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Pemekaran Papua

Ancaman Bupati Pegubin dan Nabire: Sama-sama Ingin Diperhatikan Negara!

Bupati Spei Yan Bidana mengatakan, pihaknya tak mau bergabung dengan Provinsi Papua Selatan maupun Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Bupati Spei Yan Bidana mengatakan, pihaknya tak mau bergabung dengan Provinsi Papua Selatan maupun Provinsi Papua Pegunungan Tengah. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemekaran Papua bukan lagi soal tolak atau tidak, tetapi kini soal bagaimana Pemerintah Pusat mengambil keputusan yang bijak dalam menyikapi persoalan yang terjadi saat ini di Papua.

Dalam lawatannya ke Jayapura, DPR RI, Sabtu (26/6/2022) menemukan sejumlah persoalan dari pemekaran Papua tersebut.

Saat rapat panja Komisi II DPR RI bersama pemerintah kabupaten/kota di Papua soal pemekaran daerah otonomi baru (DOB) sempat terjadi adu argumen antara dua bupati.

Baca juga: Eltinus Omaleng dan Mesak Magai Saling Serang Demi Ibu Kota Provinsi Papua Tengah

Dua bupati yang adu argumen tersebut adalah Bupati Mimika Eltinus Omaleng dan Bupati Nabire Mesak Magai.

Kedua tokoh Papua tersebut berdebat soal penempatan ibu kota dari Provinsi Papua Tengah.

Bupati Mimika menginginkan, apabila pemekaran nanti, Timika dijadikan ibu kota. Begitupun sebaliknya, Bupati Paniai menginginkan Enarotali sebagai ibu kota dari Provinsi Papua Tengah.

Penyataan cukup mengejutkan datang dari Bupati Pegunungan Bintang (Pegubin) Spei Yan Bidana yang ingin kabupaten yang dipimpinnya pindah ke negara tentangga yaitu Papua Nugini (PNG).

 

 

Bupati Spei Yan Bidana mengatakan, pihaknya tak mau bergabung dengan Provinsi Papua Selatan maupun Provinsi Papua Pegunungan Tengah.

“Kami tetap mendukung DOB yang diberikan oleh Pemerintah Pusat, tetapi kami tidak mau nantinya digabung ke provinsi baru,” kata Bupati Spei kepada Tribun-Papua.com, Sabtu (25/6/2022) melalui gawainya.

Kalau permintaan tersebut masih ditolak oleh Pemerintah Pusat, Bupati Spei meminta negara memberikan Kabupaten Pegubin menjadi satu provinsi tersendiri.

Ia berujar, Pegunungan Bintang lebih b aik memilih bergabung ke Papua Nugini (PNG) ketimbang dua provinsi tersebut.

"Jika semua tidak disetujui, kasih kami masuk ke PNG," tandasnya.

Baca juga: Pemuda Ini Minta Generasi Muda Papua Tingkatkan Kapasitas Mengisi Pemekaran Wilayah Baru

Ancaman juga dilakukan oleh Bupati Nabire Mesak Magai, kepada Pemerintah Pusat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved