Pemekaran Papua
Ancaman Bupati Pegubin dan Nabire: Sama-sama Ingin Diperhatikan Negara!
Bupati Spei Yan Bidana mengatakan, pihaknya tak mau bergabung dengan Provinsi Papua Selatan maupun Provinsi Papua Pegunungan Tengah.
Dimana, pihaknya menuntut agar Provinsi Papua Tengah berada di Nabire bukan Mimika.
"Kami tegaskan, Provinsi Papua Tengah beribukota di Nabire, itu harus jadi harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar, kalau tidak kita gabung Saireri saja," kata Mesak saat dihubungi dari Jayapura melalui sambungan telepon seluler, Senin (27/6/2022).
Mesak menyebutkan, Provinsi Papua Tengah layak memiliki ibu kota di Nabire, karena secara kultural, historis pemekaran, dan kesiapan infrastruktur, Nabire telah layak.
"Kita punya bandara yang memadai, jalan yang baik, aksesibilitas kita sudah terjangkau untuk daerah-daerah hinterland," sebutnya.
Baca juga: Ancaman Bupati Nabire, Mesak Magai soal Ibu Kota Papua Tengah: Kalau Tidak, Kami Gabung ke Saireri
Sementara itu, Nabire mempunyai kondisi yang aman, dan nyaman dibandingkan Timika karena situasi kondusif yang bisa dilihat selama ini.
Terpisah, Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengatakan soal Pegunungan Bintang, dimana ada tiga pihak.
"Untuk Pegunungan Bintang mau tetap masuk ke Papua Pegunungan sudah oke. Kalau mau diserahkan ke Papua induk juga tidak ada masalah," kata Doli.
Dikatakan, mungkin yang jadi persoalan itu ketika provinsi induk (Provinsi Papua) tidak berkenan kalau Pegubin masuk.
"Makanya mereka tinggal didudukkan saja. Kalau misalnya diterima di induk tidak ada masalah. Kalau tidak diterima, nanti kita tanyakan kepada Pegunungan Bintang semoga nanti mereka bisa masuk di induk,” tukasnya. (*)