Selasa, 14 April 2026

Pemekaran Papua

Begini Tanggapan Eks Wapres Jusuf Kalla soal DOB di Papua 

Pemekaran wilayah, kata Kalla, dilakukan agar Papua ke depan tidak ketinggalan infrastruktur. 

Tribun-Papua.com/Calvin Louis Erari
Mantan Wakil Presiden Indonesia, Jusuf Kalla saat diwawancarai Tribun-Papua.com soal DOB Papua di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (29/6/2022). 

"(Yang Papua Tengah) Ada sebagian yang mendukung Nabire, itu didukung oleh enam bupati dari delapan itu," ujar Doli. 

"Kemudian Mimika didukung enam bupati. Nah waktu itu kami sampaikan, kami sudah putuskan di Nabire dengan berbagai pertimbangan," sambungnya. 

Doli menjelaskan, dipilihnya Nabire jadi ibu kota Provinsi Papua Tengah dengan pertimbangan untuk pemerataan pembangunan.  

"Pertama, ini kan pemekaran ini tujuannya untuk pemerataan pembangunan. Nah Mimika dengan kota Timikanya itu kan sudah menjadi kota yang cukup maju, bukan hanya kota yang dikenal di Indonesia, tetapi di dunia internasional," ucapnya. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Nabire, Merauke dan Jayawijaya Ditetapkan jadi Ibu Kota Provinsi DOB Papua

"Jadi kalau misal kita tarik (ibu kota) lagi di situ (Mimika), berarti kan daerah lain ya tidak tercapai aspek pemerataan," kata dia. 

Berikut rincian daerah di tiga DOB Papua yang disepakati: 

1. Provinsi Papua Selatan 

a. Kabupaten Merauke 

b. Kabupaten Boven Digoel 

c. Kabupaten Mappi 

d. Kabupaten Asmat 

2. Provinsi Papua Tengah 

a. Kabupaten Nabire 

b. Kabupaten Paniai 

c. Kabupaten Mimika 

d. Kabupaten Puncak Jaya 

e. Kabupaten Puncak 

f. Kabupaten Dogiyai 

g. Kabupaten Intan Jaya 

h. Kabupaten Deiyai. (*)

Sumber: Tribun Papua
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved