Sabtu, 25 April 2026

Pilpres 2024

Nama Sosok Ini Mencuat Jadi Capres, 'Kegaduhan' Terjadi di Kubu Banteng

Elektabilitas Ganjar yang semakin hari semakin meningkat menjadi satu diantara pilihan NasDem jatuh ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Editor: Roy Ratumakin
Tribunnews
Keuntungan elektoral didapat oleh Partai NasDem pasca-mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres 2024 mendatang. Padahal, Gajar Pranowo adalah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Keuntungan elektoral didapat oleh Partai NasDem pasca-mengumumkan Ganjar Pranowo sebagai bakal Capres 2024 mendatang.

Padahal, Gajar Pranowo adalah kader dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

Pasca-pengumuman tersebut, PDI-P sebagai pemilik dari Ganjar Pranowo pun sedikit geram.

Pasalnya, Ganjar sebelumnya telah disinggung oleh partai berlambang banteng moncong putih tersebut untuk mengerem manuvernya.

Baca juga: Kubu Ini Siap Lengserkan Jokowi: Dukung Ganjar Sebagai Capres!

Bahkan, dalam Rakernas PDI-P lalu, Ganjar menjadi orang yang tak disengaj menjadi sasaran singgungan dari Ketum Megawati Soekarnoputri.

Diusungnya Ganjar oleh Partai NasDem bukan tanpa alasan. Elektabilitas Ganjar yang semakin hari semakin meningkat menjadi satu diantara pilihan itu jatuh ke Gubernur Jawa Tengah (Jateng).

Kendati demikian, menurut Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi menilai di eksternal Nasdem, langkah partai pimpinan Surya Paloh itu berpotensi merenggangkan hubungannya dengan PDI Perjuangan.

 

 

Bagaimanapun, Ganjar kini masih menjadi kader PDI-P. Partai pimpinan Megawati Soekarnoputri itu bahkan belum mengumumkan Capres yang akan mereka usung ketika Nasdem sudah menggembar-gemborkan nama Ganjar di bursa Pilpres mereka.

"Masuknya nama Ganjar di bakal capres membuat kegaduhan di PDI-P karena tuduhan pembajakan kader. Nasdem dianggap gagal melakukan kaderisasi sehingga bisa seenaknya membajak kader lain," ujar Ari.

Ari pun memprediksi Nasdem dan PDI-P tak akan lagi bekerja sama pada Pilpres 2024. Disharmoni kedua partai sudah tampak sejak Nasdem mengumumkan nama Ganjar dalam bursa pilpres.

“Jika melihat tendensi relasi antara Nasdem dan PDI-P akhir-akhir ini saya memprediksi mereka ‘pecah pengantin’. Jika di dua periode bisa bersama di koalisi Jokowi, tetapi di periode berikutnya saling berseberangan,” katanya.

Baca juga: Geser Anies dan Ganjar, Sosok Ini Didukung Jadi Penerus Jokowi, Dari Kalangan Militer, Bukan Prabowo

Menurut Ari, PDI-P kecewa dengan Nasdem yang melanggar etika politik karena hendak mengusung Ganjar.

“Ada fatsun politik yang dilupakan Nasdem yaitu tidak memasuki kavling politik milik partai lain. Ada etika politik yang dilupakan Nasdem, tata krama politik meminta izin terhadap pemilik kader,” katanya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved