BKKBN Papua
Peringati Harganas, BKKBN Provinsi Papua Ajak Semua Pihak Cegah Stunting
Angka Stunting di Papua masih diatas rata-rata nasional sebesar 29,5 persen. Angka tersebut menunjukkan tingkat prevalensi stunting di Provinsi Papua
Penulis: Arni Hisage | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Stella Lauw
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Angka Stunting di Papua masih diatas rata-rata nasional sebesar 29,5 persen
Angka tersebut menunjukkan tingkat prevalensi stunting di Provinsi Papua masih diatas rata-rata nasional.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Provinsi Papua, Nerius Auparay dalam peringatan puncak Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022 ke - 29.
Baca juga: Viral Bocah SD Dihentikan Polisi karena Naik Motor Tanpa Helm, Langsung Nangis saat Didekati Petugas
"Perlu diketahui, permasalahan lain yang dihadapi keluarga indonesia secara khusus di provinsi Papua adalah permasalahan stunting,"kata Nerius kepada awak media di Arso, Kabupaten Keerom, Rabu (29/6/2022).
Menurut dia, hasil survei status gizi Indonesia tahun 2021 rata-rata angka stunting tingkat nasional sebesar 24,4 persen.
"Khusus untuk jumlah Kepala Kampung Jaifuri, Kabupaten Keerom berjumlah 1.183 jiwa dan yang stunting dengan data teman-teman yang ada di lapangan sebanyak 309 kepala keluarga, balita 175 orang, balita yang sangat pendek sebanyak 7 orang,"ujarnya.
Sekadar diketahui, tema Harganas ke - 29 kali ini mengusung tema ayo cegah stunting, agar keluarga bebas stunting.
Baca juga: Jaga Papua Tetap Damai, FKUB Kabupaten Mimika Gelar Doa Bersama
Menurut Nerius, peringatan Harganas tersebut sebagai momentum mengingatkan seluruh keluarga indonesia akan pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk pembangunan bangsa.
"Keluarga adalah sumber yang selalu menghidupkan memelihara memanfaatkan serta mengarahkan kita. Keluarga adalah sumber kebahagian dan pusat cinta da kasih sayang yang senantiasa menopang semangat kita, dan dalam menghadapi berbagai persoalan,"katanya
Kini, menurut Nerius, masih dalam situasi Covid -19, sudah lebih dua tahun berjuang menghadapi perubahaan.
"Pandemi Covid 19 memberikan dampak yang besar untuk kehidupan keluarga, termasuk di Provinsi Papua,"ujarnya.
Baca juga: Buat Handsanityzer dari Daun Mangrove, Mama Petronela Masuk 50 Besar GNBBI Kominfo
Tentunya, upaya peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga dihadapkan pada permasalahan yang muncul akibat pandemi tersebut.
Pelaksanaan puncak kegiatan Harganas ke-29 ini memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat di Kampung Jaifuri, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom.
Berbagai pelayanan yang dilakukan antara lain pelayanan keluarga berencana (KB) dan Papsmear.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/harganas.jpg)