Destinasi Wisata Papua
Intip Pohon Kelapa dan Pemanfaatannya bagi Warga di Pulau Kapotar Nabire Papua
Warga Mambor hanya sesekali datang ke Pulau Kapotar, untuk mencari teripang pada saat air surut, membersihkan kebun atau memanen kelapa
Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pulau Kapotar dikenal juga sebagai Pulau Panjang, berada di Kepulauan Moora, Kawasan Teluk Cenderawasih bagian selatan atau lepas pantai Nabire, Papua.
Namun wisatawan lebih suka menyebutnya dengan nama Pulau Mowirin, padahal sebenarnya Mowirin merupakan nama salah satu pantai di pulau ini.
• Wisata Papua: Cantiknya Dermaga Warna-warni di Desa Wisata Kampung Yoboi yang Instagramable
Kepada Tribun-Papua.com Minggu (3/7/202), warga Nabire, Yonatan Rumere menyebutkan hampir keseluruhan Pulau Kapotar ditumbuhi Pohon Kelapa.
"Pohon kelapa ini tumbuh secara alami di tepi pantai, sebagian sudah dibudidayakan secara intensif oleh warga," katanya.
Lebih jauh, Yonatan menyebutkan Pulau Kapotar merupakan pulau tidak berpenghuni, perkampungan warga berada di Pulau Mambor yang terletak di sebelah selatan Pulau Kapotar.
"Jadi memang warga Mambor hanya sesekali datang ke Pulau Kapotar, untuk mencari teripang pada saat air surut, membersihkan kebun atau memanen kelapa," sebutnya.
• Wisata Papua: Menikmati Tracking Sagu hingga Kuliner di Desa Wisata Kampung Yoboi
Pohon kelapa di Pulau Kapotar pada umumnya tinggi-tinggi, dan uniknya pada batang pohonnya tidak dibuat pijakan kaki untuk memanjat.
"Kelapa di Pulau Kapotar hanya diambil buah yang sudah tua saja oleh warga lokal, dan cara mengambilnya sangat unik, tidak perlu dipanjat, karena pemilik kebun kelapa hanya mengumpulkan buah-buah kelapa tua yang jatuh," tambahnya.
Buah kelapa ini setelah dikupas kulitnya, kemudian dijual ke Kota Nabire, atau oleh pengepul dijual ke Moanemani, Dogiyai yang terletak di pegunungan Papua.
• Wisata Papua: Jangan Lupa Cicipi Nikmatnya Udang Selingkuh saat Melancong ke Bumi Cenderawasih
Yonatan menyebutkan per buah kelapa dihargai 3 ribu rupiah, namun ketika sudah sampai di pegunungan Papua, harganya bisa mencapai 10 ribu rupiah per buah, sebab pohon kelapa tidak bisa tumbuh di sana.
"Buah kelapa Pulau Kapotar dikenal memiliki daging buah yang tebal, lebih keras dan kadar airnya tidak terlalu banyak," tuturnya.
Disampaikannya, buah Kelapa muda memiliki rasa yang unik, mungkin karena tumbuh di pulau kecil di tengah laut, dan didukung oleh tanah yang subur, sehingga rasanya berbeda.
"Kelapa muda Pulau Kapotar berasa segar, manis campur asam, di lidah terkecap seperti bersoda, serta daging buah Kelapa muda berwarna putih bening dan bertekstur lembut.
• Wisata Papua: Menikmati Cantiknya Kali Biru Genyem yang Jernih
Untuk diketahui pula, buah Kelapa muda ini paling dicari para wisatawan yang berkunjung ke pulau ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pulau-pontar-di-nabire.jpg)