Pemekaran Papua
Ini Daftar Kabupaten yang Masuk DOB Provinsi Papua Selatan
Ini daftar kabupaten yang masuk ke Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua Selatan yang memiliki ibu kota di Merauke.
TRIBUN-PAPUA.COM - Provinsi Papua Selatan adalah satu di antara daerah hasil pemekaran dari Provinsi Papua yang diresmikan DPR setelah mengesahkan tiga rancangan Undang-undang (RUU) Daerah Otonomi Baru (DOB) Papua pada Kamis 30 Juni 2022.
Luas wilayah Provinsi Papua Selatan adalah 131.493 kilometer persegi.
Ibu kota Provinsi Papua Selatan adalah Merauke di Kabupaten Merauke.
Baca juga: Jadi Satu-satunya Provinsi Landlocked di Indonesia, Ini Profil Lengkap Papua Pegunungan
Berikut kabupaten yang masuk dalam Provinsi Papua Selatan:
1. Kabupaten Merauke
Terdiri dari 30 distrik, Merauke menjadi kabupaten terluas sekaligus kawasan terdepan Indonesia yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini.
Dengan luas 45.071 kilometer kubik (11 persen dari luas total wilayah Provinsi Papua), wilayah Merauke terdiri dari dataran rendah dan rawa.
Kabupaten Mappi memiliki total luas wilayah 23.824 kilometer kubik yang terdiri dari 15 distrik.
Dengan potensi sumber daya laut dan hutan bakau (mangrove) yang besar, wilayah ini mengunggulkan sektor pertanian dan perikanan.
Terletak di bagian selatan Provinsi Papua, Kabupaten Asmat memiliki luas 23.746 kilometer kubik atau 7,44 persen dari total luas Provinsi Papua.
Sebagian besar wilayah Kabupaten Asmat merupakan kawasan hutan sehingga kehutanan menjadi salah satu komoditas yang paling strategis.
4. Kabupaten Boven Digoel
Luas Kabupaten Boven Digoel mencapai 27.108,29 kilometer kubik. Kabupaten ini memiliki 20 distrik.
Kondisi geografis Kabupaten Boven Digoel yang terdiri dari banyak sungai kecil dan beberapa sungai besar membuat warganya banyak menggeluti sektor perikanan.
Selain itu, sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, dan pariwisata juga menjadi potensi daerah tersebut.
Baca juga: Mengenal Calon Provinsi Baru, Papua Tengah (Meepago)
Batas Wilayah
- Utara: Kabupaten Nduga, Yahukimo, dan Kabupaten Pegunungan Bintang
- Timur: Negara Papua Nugini
- Selatan: Laut Arafura
- Barat: Kabupaten Mimika dan Laut Aru
Suku di Provinsi Papua Selatan
Provinsi Papua Selatan mencakup wilayah adat Anim Ha yang merujuk pada Suku Marind.
Dilansir dari laman penghubung.papua.go.id, suku terbesar yang mendiami wilayah Papua Selatan adalah Marind Anim yang terdiri dari tujuh marga besar yaitu:
- Gebze
- Kaize
- Samkakai
- Ndiken
- Mahuze
- Balagaize
- Basik-basik
Suku Marind Anim bermukim di selatan dari bagian bawah Sungai Digul, sebelah timur Pulau Yos Sudarso, dan bagian barat Sungai Maro (area kecil melewati Maro di bagian bawah, termasuk Merauke).
Suku Marind atau Malind memiliki kepercayaan terhadap dema, yaitu roh yang dipercaya bisa menjelma sebagai apa pun di alam ini, baik manusia, binatang, tumbuhan, atau batu.
Masyarakat Marind Anim masih mempertahankan pola kehidupan berburu, meramu, dan bercocok tanam.
Masyarakat Marind Anim sangat terkenal dengan makanan khas yang berasal dari olahan sagu yang juga menjadi sumber makanan pokok.
Tanaman sagu sangat menunjang kehidupan orang marind, sehingga mereka menganggap sagu sebagai ‘raja’ yang harus dihormati dan dipelihara.
Baca juga: Ini Daftar Daerah Merah KKB di Provinsi Baru, Papua Tengah
Itulah sebabnya sagu kerap digunakan dalam ritual peradilan adat, musyawarah dan perkawinan.
Masyarakat Marind Anim terkenal pandai meracik makanan khas yang berasal dari olahan sagu.
Mereka juga memanfaatkan pohon sagu untuk membuat perahu dan bahan bangunan rumah.
Suku lainnya yang berada di wilayah Anim Ha adalah Suku Asmat yang dikenal dengan hasil ukiran kayu yang unik.
Masyarakat Asmat terbagi dua, yaitu mereka yang tinggal di pesisir pantai dan mereka yang tinggal di bagian pedalaman. Kedua populasi ini saling berbeda satu sama lain dalam hal cara hidup, struktur sosial dan ritual.
Suku Asmat yang bermukim di pesisir pantai juga terbagi ke dalam dua kelompok, yaitu Suku Bisman yang berada di antara Sungai Sinesty dan Sungai Nin, serta Suku Simai.
Selain suku Marind Anim dan Suku Asmat, masih ada suku-suku kecil lain yang menghuni wilayah Provinsi Papua Selatan.
Rumah Adat Provinsi Papua Selatan
Masyarakat Marind Anim tinggal dalam kampung-kampung yang biasanya memiliki paling tidak sebuah rumah bujang yang mereka sebut gotad yang ditinggali kaum lelaki sejak remaja.
Sementara itu di sekitar gotad berdiri rumah-rumah keluarga (oram aha) atau rumah kaum wanita yang lebih kecil ukurannya. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengenal 3 Provinsi Baru Indonesia di Papua: Ha Anim, Meepago, dan Lapago dan Profil Provinsi Papua Selatan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/16042022-titik_nol_merauke.jpg)