Sabtu, 16 Mei 2026

Info Merauke

Ini Kronologi Penusukan Karumkit LB Moerdani Merauke Hingga Meninggal

Kronologi insiden penusukan Karumkit oleh anggota perawat UGD Rumkit Tk IV LB Moerdani Merauke, Sertu Muhammad Alkausar pagi tadi.

Tayang:
Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Keranda jenazah Karumkit Tk IV LB Moerdani Merauke, Mayor Ckm dr Beni Arjihans saat dimasukkan kedalam mobil jenazah usai diautopsi di RS TNI AL Merauke, Selasa (5/7/2022) siang. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hidayatillah

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Kabar duka menyelimuti Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) atas meninggalnya Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Tk IV LB Moerdani Merauke, Mayor Ckm dr Beni Arjihans yang ditusuk oleh anggotanya, Selasa (5/7/2022).

Komandan Korem (Danrem) 174/ATW, Brigjen TNI E Reza Pahlevi kepada wartawan mengungkapkan kronologi insiden penusukan Karumkit oleh anggota perawat UGD Rumkit Tk IV LB Moerdani Merauke, Sertu Muhammad Alkausar pagi tadi.

"Kejadiannya spontanitas. Saat dr Beni selesai melaksanakan kegiatan apel pagi, kemudian masuk ke kantor ruang UGD. Pada saat membuka pintu, rupanya dikejar oleh pelaku ini yang bekerja satu ruangan. Sama-sama di UGD," jelasnya, Selasa siang.

Baca juga: Oknum TNI Penikam Karumkit LB Moerdani Merauke Diringkus Denpom, Jenazah dr Beni Kini di Rumah Dinas

Dikatakan, pelaku yang mengetahui almarhum Mayor Ckm dr Beni masuk ruangan UGD langsung mengejarnya dengan membawa pisau dapur.

Pisau tersebut telah disimpan di sepeda motor.

"Pelaku sudah membawa pisau langsung melakukan penusukan pada korban dari belakang. Korban ditusuk dari belakang dengan pisau dapur, satu kali tusuk," kata Brigjen TNI E Reza Pahlevi.

 

 

Meski sekali tusuk, sambungnya, pisau tersebut langsung tertancap di bahu kiri Karumkit.

Bahkan, saat kejadian hingga korban dilarikan ke Rumah Sakit TNI Angkatan Laut Merauke dan dinyatakan meninggal dunia pun pisau masih dalam kondisi tertancap ditubuh sang dokter.

"Pada saat kejadian sampai dinyatakan meninggal dunia, pisaunya masih tertancap. Karena lukanya cukup dalam," bebernya.

Danrem mengungkapkan, hasil autopsi menunjukkan luka akibat tusukan pisau dapur itu sedalam 23 cm dibahu kiri.

"Motifnya sampai saat ini kami masih dalami. Spontanitas habis apel pagi langsung insiden. Seperti informasi yang kami dapat, pelaku membawa pisau karena mau naik piket," lugasnya.

Baca juga: Mayor dr Beni Arjihans Ditikam Anak Buahnya, Rumah Sakit LB Moerdani Merauke Papua Gempar

Kata Brigjen TNI E Reza Pahlevi, pisau dapur tersebut awalnya disimpan di sepeda motor.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved