ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Jejak Pasang Surut Hubungan Mega-SBY, Bermula dari Pilpres 2004 dan Berlangsung Lebih dari 1 Dekade

Ini jejak pasang surut hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY yang lebih dari satu dekade.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjabat tangan dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (kanan) saat pemakaman Ibu Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6/2019) - Ini jejak pasang surut hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY yang lebih dari satu dekade. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hubungan dua elite partai politik tanah air, yakni Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengalami pasang surut selama lebih dari satu dekade.

Meski Megawati dan SBY tak pernah mengakui secara gamblang, namun publik membaca gelagat perseteruan antara dua mantan presiden RI tersebut.

Jelang Pilpres 2024, disharmoni antara Megawati dan SBY ini kembali menjadi sorotan lantaran dinilai berpotensi menghambat kerja sama PDIP dan Demokrat.

Momen langka SBY bersalaman dengan Megawati dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sabtu (5/10/2019).
Momen langka SBY bersalaman dengan Megawati dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Sabtu (5/10/2019). (Twitter.com/@Demokrat_TV)

Bagaimana disharmoni hubungan Megawati dan SBY bermula?

Dilansir Kompas.com, berikut jejak pasang surut hubungan Megawati dan SBY:

Pasang Surut Hubungan

Hubungan Megawati dan SBY mengalami mulai mengalami keretakan saat keduanya sama-sama mencalonkan diri sebagai presiden di Pilpres 2004.

Sebelum maju menjadi capres di Pilpres 2004, SBY diketahui menjabat Menteri Koordiantor Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).

Saat itu Megawati menduduki kursi Presiden ke-5 RI.

SBY mengemban jabatan tersebut sejak Kabinet Gotong Royong dibentuk Megawati bersama Hamzah Haz, 10 Agustus 2001.

Baca juga: Terbuka Kerja Sama dengan PDIP, Demokrat: Kalau Ada yang Bermasalah, Masalahnya Bukan di Demokrat

Penunjukkan SBY sebagai menteri membuat sejumlah elite PDIP mempertanyakan langkah Megawati ketika itu.

Pasalnya, SBY dianggap terlibat dalam tragedi Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli (Kuda Tuli) yang memporak-porandakan kantor DPP PDI, atau PDIP di era Orde Baru.

Keberadaan SBY di kabinet juga dipersoalkan lantaran dia merupakan menantu Sarwo Edhie Wibowo, sosok yang dianggap berseberangan dengan Presiden Soekarno di era Orde Lama.

Namun, Megawati tetap menunjuk SBY jadi pembantunya di kabinet kala itu.

Belum genap 3 tahun menjabat, SBY mundur pada 11 Maret 2004, sekitar sebulan sebelum pemilu presiden digelar.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved