Senin, 11 Mei 2026

Jejak Pasang Surut Hubungan Mega-SBY, Bermula dari Pilpres 2004 dan Berlangsung Lebih dari 1 Dekade

Ini jejak pasang surut hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY yang lebih dari satu dekade.

Tayang:
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) berjabat tangan dengan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri (kanan) saat pemakaman Ibu Ani Yudhoyono di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, Minggu (2/6/2019) - Ini jejak pasang surut hubungan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat SBY yang lebih dari satu dekade. 

Pada momen tersebut, Megawati dan SBY sempat bersalaman dan saling bertegur sapa.

Silaturahmi Partai

Ketua DPR RI Puan Maharani.
Ketua DPR RI Puan Maharani. (Dok. DPR RI)

Belakangan, Megawati menugaskan putrinya yang juga menjabat Ketua DPP PDIP Puan Maharani untuk bersilaturahmi ke pimpinan seluruh partai politik dalam rangka Pemilu 2024.

Elite PDIP bilang, Demokrat tak dikecualikan dari rencana silaturahmi itu.

"Ibu (Megawati) tidak mengatakan ini nomor siji (satu), ini nomor dua, tidak begitu. Bisa saja zig-zag ketemu, 'Oh, saya mau sama-sama yang muda, bagaimana kalau ketemu Mas AHY (Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono) bisa," kata Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022).

Rencana ini pun disambut baik oleh elite Demokrat. Sekretaris Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng berkata, partainya tak masalah menjalin kerja sama dengan PDIP.

"Kalau mau berkomunikasi, kita selalu terbuka. Jadi kalau ada yang bermasalah, masalahnya bukan di Demokrat,” tutur Andi dihubungi Kompas.com, Rabu (13/7/2022).

Menurut Andi, Demokrat selalu membuka diri dengan segala kemungkinan dalam urusan koalisi.

Baca juga: PDIP Akui Tak Mudah Kerja Sama dengan PKS dan Demokrat, Tapi Buka Peluang dengan Sejumlah Partai Ini

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat melaksanakan telekonferens dengan para kader Demokrat yang menjadi kepala daerah di Jawa Timur, Rabu (23/6/2021).
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat melaksanakan telekonferens dengan para kader Demokrat yang menjadi kepala daerah di Jawa Timur, Rabu (23/6/2021). (Dokumentasi DPP Partai Demokrat)

“Kami selalu terbuka, kalau tidak mau berkoalisi ya tidak apa-apa. Tidak phateken (tidak rugi) kata orang Jawa Timur,” akunya.

Kendati demikian, belum lama ini, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto pernah mengatakan bahwa kemungkinan besar partainya tidak akan bekerja sama dengan Demokrat di Pemilu 2024.

Hasto beralasan, ada dinamika politik di tubuh partai besutan SBY itu sehingga partainya sulit bekerja sama.

“Kalau saya pribadi sebagai sekjen memang tidak mudah untuk bekerja sama dengan Partai Demokrat karena dalam berbagai dinamika politik menunjukkan hal itu," kata Hasto di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Harus Saling Memaafkan

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam, kerja sama antara PDIP dan Demokrat hanya butuh iktikad baik dari elite kedua partai.

Dia berpandangan, Megawati dan SBY yang kini menjabat sebagai Ketua Majelis Tinggi Demokrat harus mau mengikis keengganan berkomunikasi akibat dinamika politik masa lalu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved