Budaya Papua

TERUNGKAP! Ini Makna Pohon Sagu bagi Masyarakat Adat Kampung Babrongko

Pohon sagu kebanyakan tumbuh di daerah dengan kadar air cukup tinggi, misalnya di tepi sungai, atau rawa.

Tribun-Papua.com/ Calvin
Tampak jejeran pohon sagu di pinggir jalan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari.

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pohon Sagu, atau Rumbia, banyak tumbuh di berbagai wilayah di Indonesia.

Nama ilmiah pohon sagu adalah Metroxylon sagu.

Dalam bahasa Inggris, pohon rumbia disebut Sago Palm, karena bentuknya menyerupai pohon palem.

Pohon ini kebanyakan tumbuh di daerah dengan kadar air cukup tinggi, misalnya di tepi sungai, atau rawa.

Baca juga: Wisata Papua: Menikmati Tracking Sagu hingga Kuliner di Desa Wisata Kampung Yoboi

Di Papua, wilayah Indonesia Timur, pohon sagu tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber makanan pokok, tetapi juga dari daunnya hingga batang pohonnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Satu di antaranya di Kampung Barongko, Distrik Sentani Kota, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dimana dapat memanfaatkan daun sagu sebagai tanda atas hasil berburu.

Hal itu disampaikan oleh Yo Ondofolo Kampung Babrongko, Ramses Wally Kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (20/7/2022).

"Dari daun hingga batang pohon sagu semua bisa digunakan, khususnya untuk daun sagu pada umumnya biasa dibuat untuk atap rumah," katanya.

Sementara untuk pucuk dari daun sagu ini, menurut Ramses, biasa digunakan juga sebagai simbol berburu.

Baca juga: Kampung Yoboi Bakal Gelar Festival Ulat Sagu dan Berburu

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved