Sosok

Kisah Serra Esterlin Ohee, Lestarikan Seni Lukis Kulit Kayu Sentani dan Jadi Pengusaha Muda Papua

Serra sesekali menunjukkan tanah kelahirannya yang tak jauh dari dermaga. Serra Esterlin Ohee hidup di keluarga perajin dari kulit pohon Khombow.

Tribun-Papua.com/Kompas.com
SOSOK - Serra Esterlin Ohee (24), pengusaha muda asal Pulai Asei Besar menunjukkan hasil kerajinan kulit kayu dari pohon Khombouw di Dermaga Pantai Khalkote, Jayapura, Papua pada Jumat (22/7/2022) siang. Serra yang juga merupakan Pegawai Negeri Sipil berstatus honerer membuat merek usahanya yakni Reymay Art.(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Semilir angin dari Danau Sentani menyejukkan hari kala Serra Esterlin Ohee (24) melukis dengan media kulit kayu di dermaga Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Papua.

Siang itu, Jumat (22/7/2022), Serra sesekali menunjukkan tanah kelahirannya yang tak jauh dari dermaga.

Pulau Asei Besar namanya, di sebereng dermaga Khalkote.

Serra Esterlin Ohee (24) hidup di keluarga perajin dari kulit pohon Khombow di pulau itu. 

Ia terbiasa melihat ayah dan ibunya melukis dan mewarnai kulit pohon Khombow lalu menjualnya ke turis.

Di sana, Serra dan keluarga tumbuh besar dan menjual produk kerajinan dari kayu Khombow.

Kini, Serra meneruskan bakat perajin dan pengusaha sekaligus melestarikan kesenian dari tanah kelahirannya itu dengan jenama Reymay Art.

Baca juga: SOSOK Dua Cewek Motoris Perahu di Danau Sentani Papua Punya Mimpi Jadi Polwan

Dalam kunjungan JagoWAn Digital UKM dari Whatsapp, Serra bersama tiga saudaranya mempraktekkan proses pelukisan dan pewarnaan kulit pohon kayu Khombow.

“Kalau turis itu biasanya langsung nyeberang ke Pulau Asei. Jadi begitu turun turis dari speed boat, masyarakat langsung lari buat ditawarin. Ayah dan ibu saya juga,” kata Serra seraya jari tangannya menunjuk ke arah Pulai Asei, Jumat (22/7/2022) siang.

Guratan-guratan motif warisan ayah dan ibunya mengalir di tangan Serra.

Kelihaian Serra bukan hal yang mudah.

Serra sudah terbiasa melihat ayah dan ibunya melukis kulit kayu Khombow sejak kecil di rumahnya.

Dari situ, Serra berpikir untuk melestarikan pola dan cerita yang indah di balik motif yang ia gambar.

“Ini memang kerajinan sudah turun temurun mulai dari ayah, ibu mengerjakan. Kami anak-anak karena sering melihat pekerjaan ini, kami jadi sering mengikuti. Biasanya mulai dari pewarnaan. Dari situ karena sudah terbiasa, jadi saya pribadi tertarik membuat dan menjual,” ujar Serra.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved