Hukum & Kriminal

Ricky Ham Pagawak Lari ke Papua Nugini, KPK: Kemlu Kami Libatkan!

Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengatakan, koordinasi itu antara lain terkait kerjasama ekstradisi antara dua negara.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Stella Lauw
Guna memulangkan tersangka kasus suap dan gratifikasi Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak dari Papua Nugini, KPK melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Guna memulangkan tersangka kasus suap dan gratifikasi Bupati Mamberamo Tengah (Mamteng) Ricky Ham Pagawak dari Papua Nugini, KPK melibatkan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Diketahui, Ricky Ham Pagawak diduga melarikan diri ke Papua Nugini.

Keterlibatan Kemenlu tersebut dikatakan Wakil Ketua KPK Alexander Marwata. Dikatakan, koordinasi itu antara lain terkait kerjasama ekstradisi antara dua negara.

Baca juga: KPK Sita Rumah Bupati Mamberamo Tengah Papua, Ricky Ham Pagawak Kabur ke PNG: Dimiskinkan?

"Tentu kami harus bekerja sama dengan aparat penegak hukum Papua Nugini," kata Alex dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (28/7/2022).

Alex menyebut melalui kerjasama itu KPK bisa meminta agar saat Ricky berhasil ditangkap aparat setempat bisa dikembalikan ke Indonesia atau dideportasi.

 

 

"Kami minta supaya dikembalikan ke Indonesia supaya kita bisa proses secara hukum," kata Alex.

Menurut dia, dalam mencari tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO), KPK juga menjalin kerjasama dengan Interpol.

Hal itu dinilai menguntungkan karena sumber daya manusia (SDM) milik KPK terbatas.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved