KKB Papua

Kepala Kampung Jadi Donatur KKB Papua, Pakai Dana Desa Rp 150 Juta untuk Biayai Pembelian Amunisi

Polda Papua menangkap seorang kepala kampung berinisial TL yang diduga menjadi donatur pembelian amunisi untuk kKB di Distrik Kenyam, Nduga.

Tribun-Papua.com/Raymond Latumahina
Direktur Kriminal Umum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani - Polda Papua menangkap seorang kepala kampung berinisial TL yang diduga menjadi donatur pembelian amunisi untuk kKB di Distrik Kenyam, Nduga. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Polda Papua menangkap seorang kepala kampung berinisial TL yang diduga menjadi donatur pembelian amunisi untuk kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Kenyam, Nduga.

Direskrimum Polda Papua Kombes Faizal Ramadhani mengatakan TL mengambil uang Rp 150 juta dari dana desa.

Uang tersebut kemudian diserahkan ke AN, salah satu oknum ASN di Kabupaten Nduga, yang diduga digunakan untuk menyuplai amunisi ke KKB di Nduga.

Penangkapan Kepala Kampung Wudi itu dilakukan pada Rabu (4/8/2022).

Baca juga: Polisi Tangkap Oknum ASN Penyuplai Amunisi untuk KKB, Kapolda Papua Bakal Usut Sumber Dananya

Ilustrasi Peluru
Ilustrasi Peluru (Unsplash.com/@r1ppy)

"Dia memberi Rp 150 juta secara sukarela, itu dari dana desa," kata Faizal di Jayapura, Senin (8/8/2022).

Terungkapnya TL berawal saat polisi menangkap AN yang membawa 615 amunisi dan sebuah senjata api rakitan di Yalimo pada Rabu (29/6/2022).

Penangkapan berawal saat petugas curiga dengan gerak-gerik AN yang mencurigakan.

Lalu, pada 2 Juni 2022, polisi menangkap T di Jayapura. T diduga yang menjual 160 butir amunisi ke AN.

Dari AN, polisi menemukan nama-nama donatur untuk membeli amunisi termasuk nama TL.

Baca juga: Oknum ASN Nduga Bawa Rp 450 Juta untuk Pasok Amunisi KKB, Polisi Duga Dapat Dana dari Oknum Pejabat

Faizal mengatakan, TL telah diterbangkan ke Polres Yalimo untuk menjalani pemeriksaan.

Saat ini TL pun telah ditetapkan sebagai tersangka.

Selain TL, ada dua oknum pejabat kampung yang telah memberikan uang kepada AN.

Total uang yang diberikan untuk membeli amunisi mencapai Rp 450 juta.

"Jadi masih ada dua oknum pejabat kampung yang kita cari, mereka berbeda distrik dari Terius Labi," ucapnya.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved