Rabu, 6 Mei 2026

Sosok

Mengenal Marthen Indey, Pahlawan dari Papua: Peran Melawan Belanda demi Integrasi NKRI

Papua tidak langsung masuk wilayah Republik Indonesia ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan di Jakarta pada 17 Agustus 1945. Baca!

Tayang:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Pahlawan Nasional dari Papua, Marthen Indey. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Papua tidak langsung masuk wilayah Republik Indonesia ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan di Jakarta pada 17 Agustus 1945.

Tanah Papua dinyatakan resmi lepas dari Belanda dan kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), setelah hampir dua dekade, tepatnya pada 1 Mei 1963. 

Medio itu, terdapat sejumlah tokoh integrasi Papua ke dalam wilayah Indonesia.

Satu di antaranya adalah Marthen Indey.

Baca juga: Kisah Mianus Kogoya, Pemuda Papua Capai Gelar S2 Ditopang Usaha Ternak Babi

Bagaimana peran Marthen Indey dalam membela dan menjaga persatuan wilayah Papua agar menjadi bagian NKRI?

Siapa Marthen Indey?

Marthen Indey adalah pahlawan nasional dari Papua yang pada masa penjajahan Belanda menjadi anggota polisi Hindia Belanda.

Kendati demikian, sikap nasionalismenya tidak pernah hilang, bahkan beberapa kali merencanakan pemberontakan terhadap Belanda, tetapi gagal.

Alhasil, Marthen Indey dan pejuang dari Papua lainnya, yakni, Silas Papare, pernah ditangkap oleh Belanda pada 1945.

Setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, Papua yang saat itu disebut Irian Barat, masih berada di bawah kendali Belanda.

Marthen Indey pun masih menjadi pegawai Pemerintah Belanda di Papua dengan jabatan sebagai kepala distrik.

Pada masa-masa inilah, ia menjadi salah satu tokoh Papua dalam proses pengembalian Papua ke dalam NKRI.

Peran Marthen Indey dalam integrasi Papua Pada 1946, saat masih menjabat sebagai kepala distrik, Marthen Indey menjadi Ketua Partai Indonesia Merdeka (PIM).

Ia memimpin aksi protes yang didukung 12 delegasi kepala suku untuk menentang Belanda yang ingin memisahkan Papua dari Indonesia.

Marthen Indey juga secara terang-terangan mengimbau anggota militer yang bukan orang Belanda agar melancarkan perlawanan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved