Breaking News:

Kongres Masyarakat Adat

Kongres Masyarakat Adat Nusantara Bakal Bahas 24 Materi Sarasehan

Satu materi itu khusus untuk Papua tentang penyelamatan manusia, tanah serta sumber daya alam di Bumi Cenderawasih

Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua
SARASEHAN - Sekretaris panitia lokal KMAN VI, Septer Manufandu saat memberi penjelasan terkait sarasehan saat Kongres Masyarakat Adat Nusantara yang membahas 24 materi. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari.

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Agenda Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI (KMAN VI) yang dilaksanakan di wilayah adat Tabi, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua dipastikan sangat padat. Para peserta akan membahas 24 materi dalam sarasehan.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw Minta Dukungan Wartawan Sukseskan Kongres Masyarakat Adat

Sekretaris panitia lokal Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI, Septer Manufandu mengatakan, panitia nasional sudah menentukan dan menyusun 24 materi yang bakal dibahas melalui sarasehan.

"Materi-materi tersebut sesuai dengan kehidupan masyarakat adat di Indonesia," Jelas Septer kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Lebih lanjut dia menjelaskan, materi-materi itu bakal dibagi kepada tamu dan peserta Kongres Masyarakat Adat yang ada di 12 lokasi, baik di wilayah Kabupaten Jayapura dan kota Jayapura, Provinsi Papua.

Jokowi Bakal Buka Kongres Masyarakat Adat Nusantara, Panitia Sambut Presiden dengan Tarian Papua

Dari ke 24 materi yang ada, satu di antaranya bakal membahas tentang nasib masyarakat adat di Papua.

"Satu materi itu khusus untuk Papua tentang penyelamatan manusia, tanah serta sumber daya alam di Bumi Cenderawasih," ujarnya.

Dalam materi itu, masyarakat adat bakal menjelaskan tentang semua hak-hak adat yang mereka perjuangkan selama ini di Bumi Cenderawasih.

Tiada Kepentingan Politik di Kongres Masyarakat Adat, Bupati Jayapura Beber Alasan Penunjukan Papua

Sementara itu, Bupati Jayapura, Mathius Awoutauw kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua meminta dukungan masyarakat dan para jurnalis untuk menyukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara tersebut.

"Kita harus menyatukan pemahaman dalam membangun persepsi agar Kongres Masyarakat Adat bisa sukses. Karena peran wartawan sangat penting dalam Kongres Masyarakat Adat," kata Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw.

Tamu Kongres Masyarakat Adat Nusantara Bakal Disambut Tarian Tradisional Papua

Lebih lanjut dia mengatakan, wartawan perlu terus mengungkap nilai-nilai adat yang ada di Kabupaten Jayapura maupun Provinsi Papua, agar semakin diketahui oleh masyarakat luas.

Termasuk para peserta maupun tamu yang akan menghadiri Kongres Masyarakat Adat Nusantara di Kabupaten Jayapura nanti, juga semakin tahu dan memahami konsep dan keberadaan masyarakat adat.

Panitia Lokal Kongres Masyarakat Adat Minta Dukungan 3 Daerah di Wilayah Tabi

Pada kesempatan itu, orang nomor satu di Kabupaten Jayapura juga menjelaskan, Kongres Masyarakat Adat nanti ada beberapa agenda besar, yakni Festival Danau Sentani dan 9 tahun Kebangkitan Masyarakat Adat.

Oleh karena itu, lanjut Mathius Awoitauw, para tamu arus tahu apa maksud dan tujuan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI ini. Karena banyak manfaat terkait eksistensi masyarakat adat itu sendiri. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved