Info Jayapura

AKHIRNYA Palang SMP Negeri 1 Sentani Dibuka, Senin Depan Aktivitas Belajar Mengajar Dimulai

Menurut Ondi, persoalan pemalangan lokasi sekolah hingga kedatangan Presiden  Joko Widodo (Jokowi), membuat pihaknya merasa malu.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Suasana SMP Negeri 1 Sentani di Jalan Bandar Udara Sentani, Distrik Sentani, usai dibuka oleh Kepala Suku Ondi, Bastian Ondi, beberapa orang dan TNI sedang membersihkan halaman sekolah, Jumat (2/9/2022) 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kepala Suku Ondi, Bastian Ondi telah membuka palang di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Sentani, Jumat (2/9/2022) pagi.

SMP Negeri 1 Sentani sejak Desember 2021 telah melakukan aktivitas belajar di beberapa sekolah di wilayah Sentani.

Setelah rapat bersama Bupatu Jayapura, Mathius Awoitauw, Ondi menyatakan pihaknya menjamin proses belajar mengajar akan berlangsung mulai Senin (5/9/2022) .

"Kami semua datang membuka palang supaya sekolah bisa kembali beraktivitas, yang palang Ibu Sekretaris Daerah (Setda) Hana Hikoyabi, mengundang hingga dua kali tapi tidak datang," katanya di SMP Negeri Sentani, Distrik Sentani, Jumat (2/9/2022).

Baca juga: Bupati Jayapura Pastikan Persoalan Lahan SMP Negeri 1 Sentani Segera Dituntaskan

Menurutnya, persoalan pemalangan lokasi sekolah hingga kedatangan Presiden  Joko Widodo (Jokowi), membuat pihaknya merasa malu.

"Presiden datang lewat sini, orang tua, guru, murid. Kami keluarga buka palang karena malu dengan pemalangan ini, apalagi presiden tahu, ini lokasi di tengah kota," ujarnya.

Rapat internal bersama Bupati Jayapura bersama TNI/POLRI setelah itu Bastian Ondi meminta waktu untuk menjelaskan status tanah.

"Kami keluarga lakukan koordinasi bersama pemerintah dan keamanan untuk segera buka dan mengawal dalam proses belajar, mengawal dalam beberapa waktu agar berjalan dengan lancar," katanya.

Menurutnya dengan pemalangan itu membuat siswa terlantar, sehingga hal itu tidak bisa dibiarkan lebih lama lagi.

"Ini tidak etis, kami seperti membunuh kehidupan generasi anak-anak, kami sudah berembuk tapi yang palang tidak mau datang," ujarnya.

Baca juga: Hak Ulayat SMP Negeri 1 Sentani Segera Diselesaikan, Brigjen JO Sembiring: Pertemuan Digelar Selasa

Menurutnya, pihak yang melakukan pemalangan itu memegang putusan pengadilan.

"Kami sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan untuk sampaikan kepada kepala sekolah agar di Senin pagi sudah bisa masuk belajar. Kami sudah bantu untuk bersihkan sekolah," tutupnya. (*)  

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved