Breaking News:

Tribun Militer

Letjen Maruli Simanjutak Marah Besar, Ada Prajurit TNI Mutilasi Warga di Papua: Tetap Proses Hukum!

Tidak ada alasan pembelaan sekalipun korban diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. Oknum TNI yang terlibat diproses hukum.

Tribun-Papua.com/Hidayatillah
Suasana Panglima Kostrad, Letnan Jenderal (Letjen) TNI Maruli Simanjuntak tiba di Bandar Udara Mopah Merauke, Papua, Kamis (16/6/2022). Proses hukum terhadap prajurit TNI AD yang terlibat kasus pembunuhan sadis dengan cara mutilasi korban di Kabupaten Mimika terus bergulir. 

TRIBUN-APPUA.COM - Proses hukum terhadap prajurit TNI AD yang terlibat kasus pembunuhan sadis dengan cara mutilasi korban di Kabupaten Mimika, Papua, terus bergulir.

Oknum TNI yang terbukti terlibat dalam kasus ini dipastikan ditindak tegas.

Tidak ada alasan pembelaan sekalipun korban diduga merupakan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Demikian ditegaskan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) Letnan Jenderal Maruli Simanjuntak.

“Korban diduga simpatisan KKB, tapi tidak ada pengecualian, proses hukum atas tindak pidana harus berlanjut,” kata Maruli saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kamis (1/9/2022).

Baca juga: Oknum TNI Pelaku Mutilasi di Timika Papua Bertambah, Jenderal Andika Perkasa Murka: Tindak Tegas!

Pangkostrad pun menyampaikan akan melakukan evaluasi dan pembenahan di lingkungan TNI AD.

“Kami akan evaluasi dan pembenahan ke dalam,” kata jenderal bintang tiga tersebut.

Sejauh ini enam prajurit telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Mereka berasal dari satuan Brigade Infanteri (Brigif) Raider/20 Ima Jaya Keramo yang berada di bawah komando Divisi Infanteri 3/Kostrad.

Selain itu, penyidik polisi militer juga memeriksa dua prajurit lain yang diduga turut menikmati hasil perampokan dalam kasus ini.

Dua dari enam tersangka merupakan seorang perwira infanteri berinisial Mayor Inf HF dan Kapten Inf DK.

Sementara sisanya berinisial Praka PR, Pratu RAS, Pratu RPC dan Pratu R.

Sedangkan, empat tersangka dari kalangan sipil yakni APL alias J, DU, R, dan RMH.

Untuk tersangka sipil ditangani pihak kepolisian.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved