Mutilasi di Mimika

6 Prajurit TNI Terduga Pelaku Mutilasi di Timika Papua Terancam Dipecat Tidak Terhormat

Enam pelaku yang masing-masing berinisial Mayor Inf HRD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu ROM, Pratu RAS, dan Pratu RP, terancam dipecat. Segera!

Tribun-Papua.com/Istimewa
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen Muhammad Saleh Mustafa (tengah) saat menggelar konferensi pers terkait kasus pembunuhan 4 warga sipil yang dilakukan oleh 6 oknum anggota TNI. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa menegaskan tak ada yang ditutupi dalam kasus mutilasi 4 warga sipil di Kabupaten Mimika, Papua.

Kasus ini menyeret 6 oknum prajurit TNI AD sebagai tersangka.

Ia mengatakan, keenam pelaku yang masing-masing berinisial Mayor Inf HRD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu ROM, Pratu RAS, dan Pratu RP, terancam dipecat.

“Kalau di hukum militer itu, ada pemberatan lagi. Kemungkinan para tersangka dari oknum TNI ini akan dipecat tidak dengan hormat,” kata Mayjen Muhammad Saleh Mustafa di Timika, Kabupaten Mimika, Senin (5/9/2022).

Baca juga: Jenderal Andika Tegas soal Kasus Mutilasi di Papua, Prajurit Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Bahkan, Jenderal TNI bintang dua itu mengungkapkan, meski pun proses sidang tidak digelar di Timika, sesuai permintaan dari pihak keluarga korban.

Namun, Pangdam memastikan, segala proses hukum tetap terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi.

“Semua terbuka, tidak ada yang ditutup-tutupi, sesuai dengan pasal yang disangkakan itu,” tegasnya.

Selain enam oknum anggota TNI yang telah ditetapkan sebagai tersangka tersebut, masih ada dua anggota lagi yang saat ini diperiksa.

Baca juga: Tokoh Agama Kutuk Tindakan Oknum TNI Mutilasi Warga Nduga di Timika Papua

Kedua anggota TNI itu berinisial Pratu AP dan Pratu Y yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan 4 orang warga sipil, dan menikmati hasil rampokan dari para korban.

“Keduanya saat ini sedang dilakukan pendalaman oleh tim penyidik Pomdam XVII/Cenderawasih bersama Subdenpom Mimika,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved