Peran 6 Oknum TNI dalam Kasus Mutilasi di Mimika Terungkap, Ini Penjelasan Pangdam Cenderawasih

Pangdam Cenderawasih ungkap peran keenam oknum TNI dalam kasus mutilasi empat warga di Kabupaten Mimika, Papua.

Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen M Saleh Mustafa (tengah) - Pangdam Cenderawasih ungkap peran keenam oknum TNI dalam kasus mutilasi empat warga di Kabupaten Mimika, Papua. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Kasus mutilasi empat warga di Kabupaten Mimika, Papua, yang melibatkan sejumlah anggota TNI masih terus berlanjut.

Diketahui, enam anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih Mayjen Saleh Mustafa mengatakan keenam anggota TNI tersebut bukanlah otak di balik kasus pembunuhan sadis itu.

Baca juga: 2 Tersangka Kasus Mutilasi di Mimika Ternyata Kenal Korban, Jadi Pihak yang Tawarkan Senjata Api

Tampak susanan rekontruksi kasus mutilasi empat warga Nduga di Jalan Budi Utomo Timika, Mimika, Papua, Sabtu (3/9/2022).
Tampak susanan rekontruksi kasus mutilasi empat warga Nduga di Jalan Budi Utomo Timika, Mimika, Papua, Sabtu (3/9/2022). (Tribun-Papua.com/ Marcel)

Saleh mengatakan ada satu tersangka berinisial RMH yang merencanakan kejahatan tersebut dan mengenal para korban.

RMH sendiri saat ini masih melarikan diri.

"Ada satu yang masih buron yaitu si RMH, itu otaknya, yang mengatur, yang menghubungi sampai mendesain keempat (korban) orang ini datang, sampai melakukan pembunuhan, diduga otaknya RMH. Keenam (anggota TNI) tersangka itu terlibat," ujarnya di Jayapura, Selasa (6/9/2022).

Namun, Saleh menegaskan, hal itu tidak mengurangi peran enam anggota TNI dalam kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut.

Baca juga: Duga Ada Kejanggalan dalam Kasus Mutilasi 4 Warga Sipil di Timika, Ini Kata Anggota DPR Papua

Saleh menjelaskan, anggotanya secara sadar ikut merencanakan dan melakukan pembunuhan serta memutilasi keempat korban.

Sehingga mereka ikut dikenakan Pasal 340 UU KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman maksimal hukuman mati atau paling rendah 20 tahun penjara.

Dalam kejadian itu, ada dua perwira TNI yang ikut terlibat.

"Kedua perwira ini tahu tapi ada pembiaran, makanya ini diduga beberapa kali sebelumnya pernah melakukan hal yang sama," kata dia.

Sebanyak enam oknum Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan empat warga sipil ditetapkan sebagai tersangka mutilasi terhadap empat korban di Kabupaten Mimika, Papua.

Baca juga: Ada 2 Lagi Oknum TNI yang Terlibat Kasus Mutilasi di Mimika, Diduga Nikmati Uang Hasil Rampasan

Kasus itu bermula ketika para pelaku berpura-pura menjual senjata api kepada korban.

Para korban tertarik dan mendatangi para pelaku dengan membawa uang Rp 250 juta, Senin (22/8/2022).

Namun sesampainya di lokasi, para pelaku membunuh, memutilasi korban dan merampas uang ratusan juta rupiah tersebut.

Mayat-mayat korban mutilasi diletakkan dalam enam karung dan dibuang di Sungai Kampung Pigapu, Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Papua.

Korban pertama dan kedua ditemukan pada Jumat (26/8/2022) dan Sabtu (27/8/2022). Sedangkan korban ketiga dan keempat ditemukan Senin (29/8/2022) dan Rabu (31/8/2022).

(Kompas.com/Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Pangdam Ungkap Peran 6 TNI Tersangka Kasus Mutilasi di Mimika, 2 di Antaranya adalah Perwira

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved