Mutilasi di Mimika

Duga Ada Kejanggalan dalam Kasus Mutilasi 4 Warga Sipil di Timika, Ini Kata Anggota DPR Papua

Anggota Komisi V DPR Papua, Namantus Gwijangge menduga, adanya kejanggalan terhadap pembunuhan 4 warga sipil di Timika, Papua.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
PAPUA TERKINI - Perwakilan DPC Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Nduga di Kota Jayapura, saat berada di Kantor DPR Papua, meminta usut tuntas kasus mutilasi 4 warga sipil di Timika, Kabupaten Mimika, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Namantus Gwijangge menduga, adanya kejanggalan terhadap pembunuhan 4 warga sipil di Timika, Papua.

Hal itu ia kemukakan kepada awak media termasuk Tribun-Papua.com Selasa (6/9/2022) di Jayapura, sebagai bentuk respon atas kejadian tragedi kemanusiaan itu.

"Menyangkut kasus kemanusiaan di Papua, saya baru kembali dari Timika, dan mengikuti proses penyelidikan kejadian pembunuhan berencana ataupun perampokan, serta mutilasi hingga menghilangkan barang bukti, tentu ini terjadi dengan tidak tiba-tiba," katanya.

Baca juga: Jenderal Andika Tegas soal Kasus Mutilasi di Papua, Prajurit Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Setelah melihat secara langsung proses penyelidikan, ia berpendapat dan yakinn bahwa ini bukan hanya motif perampokan, tetapi merupakan suatu kejadian secara terstruktur dan terukur, serta terkomando bahkan telah direncanakan untuk dilakukan sebelum kejadian.

"Kami telah mengikuti dari mulai olah TKP termasuk Komnas HAM juga ikuti dan semuanya terbuka, maka kami yakin semua ini telah direncanakan," jelasnya.

 

 

Dalam temuan pihaknya, ia menemui ada banyak kejanggalan-kejanggalan yang menjadi catatan pihaknya.

"Misalnya soal kejadian yang bukan secara tiba-tiba untuk transaksi bersama, tetapi secara terencana para pelaku berencana melakukan pembunuhan di tempat dan pakai senjata dengan peralatan parang lalu dibawa masuk," bebernya.

Baca juga: Kapolres Mimika Ungkap Fakta Baru Kasus Mutilasi

Kemudian, Namantus juga mengatakan ia menyaksikan saat olah TKP itu, ada kejadian-kejadian yang terjadi kemudian para pelaku menolak untuk melakukan adegan-adegan, sebab menurut mereka sama sekali tidak dilakukan.

Oleh karena itu, saya meminta kepada seluruh pihak, termasuk Komnas HAM untuk mengawal masalah ini dan harus diselesaikan, karena motifnya bukan sekadar perampokan.

"Sebagai langkah serius kami, kejanggalan-kejanggalan itu akan secara resmi kami serahkan kepada pimpinan DPR untuk ditindaklanjuti dan dikawal," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved