Gubernur Lukas Enembe Diperiksa KPK

Diizinkan Mendagri Berobat, Gubernur Lukas Enembe Batal Diperiksa KPK

Kuasa hukum Gubernur Papua, Stephanus Roy Rening mengatakan Lukas Enembe tak bisa hadiri pemeriksaan oleh KPK karena sedang sakit.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Kuasa hukum Gubernur Papua, Stephanus Roy Rening mengatakan Lukas Enembe tak bisa hadiri pemeriksaan oleh KPK karena sedang sakit. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kuasa hukum Gubernur Papua, Stephanus Roy Rening mengatakan Lukas Enembe tak bisa hadiri pemeriksaan oleh KPK karena sedang sakit.

"Gubernur Lukas Enembe tidak hadir karena alasan sakit," kata Roy Rening kepada wartawan, Senin (12/9/2022).

Selain itu, kata Roy Rening, Gubernur Lukas telah mengajukan ijin kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk berobat.

Baca juga: SAKIT, Gubernur Lukas Enembe Batal Diperiksa KPK di Jayapura

"Ijin sejak akhir Agustus 2022, dan sudah mendapatkan ijin dari Mendagri Tito Karnavian," ujarnya.

Ijin tersebut, kata Roy Rening selama 14 hari.

"Bapak gubernur telah mendapatkan ijin berobat selama 14 hari. Surat sudah diajukan dan baru keluar tepat 9 Sebtember 2022," ucapnya.

Para penasehat hukum Gubernur Lukas Enembe saat berada di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022).
Para penasehat hukum Gubernur Lukas Enembe saat berada di Mako Brimob Polda Papua di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022). (Istimewa)

Dalam pemberitaan sebelumnya, simpatisan Lukas Enembe meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menghentikan proses pemeriksaan terhadap Gubernur Papua tersebut.

Permintaan itu disampaikan dalam aksi demonstrasi simpatisan Lukas Enembe di Mako Brimob Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Senin (12/9/2022) siang.

Benyamin Gurik selaku orator aksi menilai, proses pemeriksaan lembaga antirasuah tersebut merupakan bagian dari kriminalisasi terhadap Lukas Enembe.

Baca juga: Gubernur Lukas Enembe Bakal Diperiksa KPK di Brimob Kotaraja? Ini Situasinya!

“Kami minta proses ini dihentikan. Gubernur Lukas Enembe sepeser pun tidak pernah memakan uang rakyat Papua,” kata Benyamin Gurik dalam orasinya.

Selain itu juga, Benyamin Gurik yang mewakili demonstran berharap kepada Pemerintah Pusat untuk mengusut KPK atas pemeriksaan terhadap Lukas Enembe.

Pasalnya, pemeriksaan yang dilakukan KPK ini berpotensi menimbulkan konflik dan perpecahan di Bumi Cenderawasih.

“Kami minta negara periksa itu KPK, jangan sampai karena ini justru menimbulkan konflik yang bakal jadi masalah baru di Papua,” tuturnya.

Perlu diketahui, Gubernur Lukas Enembe akan diperiksa KPK di Mako Brimob Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Senin (12/9/2022). (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved