Kongres Masyarakat Adat

14 Kampung di Kota Jayapura Diminta Terlibat Aktif Sukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI

Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura menjadi lokasi pelaksanaan KMAN, pada 24 hingga 30 Oktober 2022.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Panitia Lokal Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Kota Jayapura, Evert Meraujde. 

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Masyarakat pada 14 kampung di Kota Jayapura diajak terlibat aktif menyukseskan Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI.

Demikian imbauan Panitia Lokal Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI Kota Jayapura, Evert Meraujde.

Diketahui, Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura menjadi lokasi pelaksanaan KMAN, pada 24 hingga 30 Oktober 2022.

Dua daerah ini masuk dalam wilayah adat Tabi.

Ada 12 titik lokasi sarasehan saat KMAN. Dua titik di antaranya berada di Kota Jayapura.

Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara VI di Jayapura Diharap Lahirkan Rancangan Undang-undang

Sementara, 14 kampung yang teridir dari kampung adat dan kampung pemerintah segera menentukan porsi dan tugas masing-masing, dan dikoordinir Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK).

“Mereka (DPMK) memang sudah menyampaikan secara lisan pada Ondoafi untuk dukungan makanan lokal,“ ujarnya melalui rilis diterima Tribun-Papua.com, Rabu (14/9/2022).

Nantinya, masyarakat adat dari 14 kampung akan menyediakan pangan lokal, baik sagu, ikan, ubi-ubian sayuran lokal sebagai konsumsi para peserta.

Ketua Panitia Kota yang juga Asisten Satu Pemerintah Kota Jayapura itu berharap, Ondoafi se kota Jayapura juga menyurati Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay.

KMAN diselenggarakan lima tahun sekali dan berfungsi sebagai forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi.

Utusan-utusan Masyarakat Adat melakukan dialog secara konstruktif dengan pemerintah dan berbagai pihak untuk merumuskan dan menetapkan mekanisme penyusunan rencana strategis organisasi.

Sebagai organisasi Masyarakat Adat terbesar di dunia, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) memiliki sebuah mekanisme untuk melakukan refleksi dan konsolidasi organisasi.

Baca juga: Kongres Masyarakat Adat Nusantara Bakal Bahas 24 Materi Sarasehan

 Ini dilakukan demi menuju gerakan Masyarakat Adat yang terpimpin, yaitu Kongres Masyarakat Adat Nusantara, atau disingkat KMAN.

Tubuh organisasi nantinya memilih Sekertaris Jendral (Sekjen) AMAN dan Dewan AMAN Nasional (DAMMANAS) yang baru. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved