ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Tribun Militer

Danrem Sembiring: Jika Tidak Minta Maaf, Efendi Simbolon Lebih Baik Mengundurkan Diri

Danrem 172/PWY mengecam keras dan menyebut Effendi Simbolon hanya mencari popularitas murahan dari pernyataan tersebut.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Danrem 172/PWY, J O Sembiring saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Aula Makorem, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/09/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kecaman terhadap Anggota DPR RI, Effendi Simbolon atas pernyataannya yang menyamakan TNI seperti gerombolan bahkan melebihi Ormas terus disuarakan oleh prajurit TNI di berbagai penjuru Nusantara.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen Muhammad Saleh Mustafa menyayangkan pernyataan politisi PDIP tersebut, kini Danrem 172/PWY Brigjen J O Sembiring turut angkat bicara.

Danrem 172/PWY mengecam keras dan menyebut Effendi Simbolon hanya mencari popularitas murahan dari pernyataan tersebut.

Baca juga: Isu Ketidakharmonisan Panglima TNI-KSAD yang Mengemuka di Rapat DPR dan Jawaban Jenderal Andika

"Pernyataannya yang menyatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari Ormas sangat menyakiti hati saya dan prajurit saya,” kata Danrem Sembiring kepada wartawan di sela-sela konferensi pers Penyelenggaraan Video Kreatif di Aula Makorem, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (14/09/2022).

“Saya meyakini, hati kecil setiap prajurit TNI kecewa dengan pernyataan (Effendi Simbolon) tersebut," sambungnya.

 

 

Danrem Sembiring menilai, anggota Komisi I DPR RI tersebut sedang berupaya mengadu domba pimpinan TNI dengan tujuan memecah belah TNI.

"Saya tegaskan prajurit saya tetap satu komando. Atasan kami bukan EF (Effendi Simbolon) tapi bapak Pangdam, Kasad, Panglima TNI, dan Presiden," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjut Danrem Sembiring, ketika kita menjabat harus tahu diri karena jabatan ini tidak abadi, tetapi ada masanya.

"Oleh karena itu moncong harus dijaga, jangan membuat kegaduhan Nasional," ujarnya.

Menurut Danrem Sembiring, pernyataan EF telah membuat kegaduhan di Republik ini. Karena sebagai seorang intelektual, seharusnya bisa membedakan apa yang dimaksud gerombolan dan TNI.

Baca juga: Saat Rapat, Anggota DPR Pertanyakan Isu Hubungan Panglima TNI-KSAD yang Disebut Tak Harmonis

Gerombolan adalah sekumpulan orang-orang pengacau sedangkan TNI adalah benteng pertahanan negara.

Secara tegas, Danrem Sembiring juga meminta EF untuk mundur dari jabatannya sebagai wakil rakyat di DPR RI.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved