Lukas Enembe Diperiksa KPK

Pendukung Lukas Enembe Diminta Tertib Unjuk Rasa, Yanto Eluay: Jangan Bikin Rusuh Tanah Tabi!

Ini pasca-penetapan Gubernur Lukas Enembe tersangka kasus suap dan gratifikai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

istimewa
Tokoh Adat Tabi Yanto Eluay memberikan keterangan pers di Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (18/9/2022). Anak dari tokoh kharismatik Papua, Theys Eluay, itu meminta pendukung Gubernur Papua agar tidak membuat kericuhan saat demo atas kasus gratifikasi yang melilit Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Tokoh adat Tabi, Yanto Eluay, meminta seluruh masyarakat Papua tetap menjaga situasi keamanan.

Ini pasca-penetapan Gubernur Lukas Enembe tersangka kasus suap dan gratifikai oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Imbauan tersebut juga merespon rencana aksi unjuk rasa oleh ribuan pendukung Gubernur Papua pada Selasa (20/9/2022). 

Baca juga: Tokoh Adat Papua Minta Presiden Jokowi Perintahkan KPK Segera Hentikan Kasus Lukas Enembe 

Massa yang menyatakan diri Koalisi Rakyat Papua Save LE diminta agar menyampaikan aspirasi secara tertib, dan tidak membawa peralatan yang bisa memantik kericuhan.

"Saya imbau supaya simpatisan Gubernur Papua Lukas Enembe tidak sampai berdampak pada terganggunya situasi Kamtibmas, situasi yang tidak kondusif, dan mengganggu aktivitas masyarakat baik di kota Jayapura maupun kabupaten Jayapura," ujar Yanto Yanto Eluay kepada sejumlah awak media di Sentani, Kabupaten Jayaura, Minggu (19/2022).

Baca juga: Aksi Dukung Lukas Enembe Digelar Selasa, Tokoh Gereja: Hadapi Proses Hukum Bila Benar, Jangan Takut!

Anak dari tokoh kharismatik Papua, Theys Eluay, itu menyerukan agar warga di Kota dan Kabupaten Jayapura menghargai upaya masyarakat adat Tabi menjaga kedamaian di Bumi Cenderawasih.

Seiring persiapan iven nasional Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) pada Oktober mendatang.

Ondofolo Kampung Sereh itu juga meminta dukungan seluruh masyarakat di Papua, agar agenda yang rencananya dibuka oleh Presiden Joko Widodo tersebut berlangsung aman.

"Jadi jangan membuat situasi yang tidak aman, tidak nyaman di sini, karena kita ketahui di bulan Oktober Papua menjadi tuan rumah Kongres Masyarakat Adat Nusantara," tegasnya.

Yanto berujar, situasi keamanan di Papua sangat berpengaruh bagi pelaksanaan KMAN.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved