Aksi Bela Lukas Enembe

5 Jam Bertahan, Massa Aksi Bela Lukas Enembe di Expo Waena Bergerak ke Gedung DPR Papua

Massa saat bertolak, membawa spanduk dan poster bertuliskan protes terhadap KPK, juga pembelaan bagi Lukas Enembe.

Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
DEMONSTRASI - Jejeran kendaraan yang mengangkut massa aksi bela Lukas Enembe di Kawasan Ekspo Waena bersiap menuju pusat unjuk rasa di Taman Imbi, Kota Jayapura, Papua, Selasa (20/9/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Massa aksi bela Lukas Enembe di Expo Waena bergeser ke Taman Imbi di pusat Kota Jayapura, Selasa (20/9/2022) siang.

Massa bergerak menggunakan 4 unit truk dan 5 unit mobil pikap.

Pantauan Tribun-Papua.com di lokasi, massa bergerser dari Expo Waena pukul 13.00 WIT.

Kepada massa, Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor Mackbon menegaskan untuk tidak melibatkan anak di bawah umur dalam aksi.

Baca juga: Kasus Lukas Enembe Bukan Rekayasa Politik, Mahfud: Ada Temuan Setoran Rp 560 Miliar ke Kasino Judi

"Semua saya minta tertib dan tidak mengikuti arahan dengan baik agar tiba dengan selama sampai ke Taman Imbi dengan tertib," ujarnya, dikutip Tribun-Papua.com

Massa saat bertolak, membawa spanduk dan poster bertuliskan protes terhadap KPK, juga pembelaan bagi Lukas Enembe.

Sebanyak 200 orang massa aksi bela Lukas Enembe sudah berada di Taman Imbi, Jalan Irian, Gurabesi, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/9/2022) siang.
Sebanyak 200 orang massa aksi bela Lukas Enembe sudah berada di Taman Imbi, Jalan Irian, Gurabesi, Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Senin (20/9/2022) siang. (Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara)

Selain menaiki kendaraan yang disiapkan aparat keamanan, sebagian dari demonstran juga menggunakan kendaraan pribadi menuju Taman Imbi.

Mereka akan menyampaikan aspirasi ke Kantor DPR Papua, tepat di seberang Taman Imbi.

Baca juga: Jokowi Diteriaki Kepala Adat di Papua, Presiden Diminta Segera Desak KPK Hentikan Kasus Lukas Enembe

Mereka mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menghentikan kasus gratifikasi yang melilit Gubernur Papua.

Reaksi ini timbul setelah KPK menetapkan Lukas Enembe jadi tersangka kasus suap dan gratifikasi proyek pembangunan infrastruktur senilai Rp 1 miliar, pada Rabu (14/9/2022).

Menyusul, temuan transaksi tak wajar dari entitas rekening Gubernur Papua senilai Rp 560 miliar, sebagaimana temuan PPATK dalam analisi sebanyak 12 kali.  (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved