Aksi Bela Lukas Enembe

Pendemo Duduki Batas Kota Jayapura-Sentani, Polisi Jaga Ketat!

Pendudukung Lukas Enembe bukan segelintir saja tapi merupakan simbol orang Papua dan Negara Republik Indonesia mengakui itu.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Massa duduk di atas aspal batas Kota dan Kabupaten Jayapura, Kamis (20/9/2022). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Ratusan massa aksi Bela Lukas Enembe yang bertolak dari Lapangan Theys Eluay Sentani dan duduki gapura batas kota atau perbatasan Kota Jayapura dengan Kabupaten Jayapura.

Simpatisan yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Papua (KRP) kembali dihentikan oleh pihak kepolisian di depan Kantor Kementrian Hukum dan HAM Kantor Wilayah Provinsi Papua, Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara Kelas 1 Jayapura.

Kali ini polisi menghadang pendemo sehingga memblokir arus lalu lintas dari dan ke Sentani menuju Kota Jayapura.

Baca juga: Aksi Bela Lukas Enembe Terpusat di Taman Imbi, Kapolres: Dibatasi hingga Pukul 17.00 WIT!

"Orang Papua sudah cerdas untuk mengetahui banyak hal termasuk trik buruk, kami massa yang menghargasi Hak Asasi Manusia (HAM)," kata Ketua DPD II KNPI Kabupaten Puncak Jaya, Yulans Wenda.

Dalam orasi yang dikatakannya refleski orang Papua dari waktu ke waktu selalu dihadang.

 

 

Masih dalam orasi, pendudukung Lukas Enembe bukan segelintir saja tapi merupakan simbol orang Papua dan Negara Republik Indonesia mengakui itu.

"Ibarat negara ada kekuatan besar di Papua, LE juga punya kekuatan yang besar. Lukas Enembe Bukan Koruptor," teriak massa.

Baca juga: 5 Jam Bertahan, Massa Aksi Bela Lukas Enembe di Expo Waena Bergerak ke Gedung DPR Papua

"Kenapa kami di hadang, ada apa, Hidup Lukas Enembe," ujar yang lain.

Pantauan Tribun-Papua.com, sepanjang jalan dari perbatasan Kota dan Kabupaten Jayapura tidak dapat dilewati oleh kendaraan.

Hingga saat ini ratusan aparat keamanan gabungan TNI-Polri mengawal ketat dilengkapi kendaraan taktis, mobil watercanon, dan pasukan pengendali massa bersenjata api. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved